Agar Tetap Sehat saat Idul Adha 2025, Begini Cara Masak Daging Kurban Menurut Dokter

Cara memasak daging turut menentukan potensi risiko yang bisa timbul dari konsumsi daging merah seperti kambing atau sapi.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
DAGING KURBAN - Panitia kurban memotong dan membungkus daging kurban ke dalam kresek di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (17/6/2024).-- Cara memasak daging turut menentukan potensi risiko yang bisa timbul dari konsumsi daging merah seperti kambing atau sapi, ini tips yang sehat. 

TRIBUNJABAR.ID - Berikut ini cara masak daging kurban menurut dokter.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah jatuh pada Jumat (6/6/2025).

Salah satu ibadah yang dilakukan adalah berkurban hewan seperti sapi, kambing, atau domba.

Daging hewan kurban tersebut lantas dibagi-bagikan kepada warga setempat.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Bramantya Wicaksana, Sp.PD, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih metode memasak daging kurban saat Idul Adha.

Ia mengatakan, cara pengolahan seperti memanggang atau merebus bisa berdampak langsung terhadap kesehatan, khususnya bagi jantung dan sistem pencernaan.

Cara memasak daging turut menentukan potensi risiko yang bisa timbul dari konsumsi daging merah seperti kambing atau sapi.

Risiko kesehatan di balik daging yang dibakar

Memasak daging dengan cara dibakar atau dipanggang memang digemari lantaran aroma dan rasa yang khas.

Bramantya menerangkan, bahwa metode ini juga membawa risiko tertentu.

“Ketika kita grill (bakar) maka risiko terbentuknya zat potensi kanker (karsinogenik) lebih tinggi,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: 50 Gambar Menarik Idul Adha 2025 Gratis Download, Cocok untuk Ucapan di WhatsApp hingga Instagram

Zat karsinogenik berpotensi muncul saat daging dipanaskan langsung dengan suhu tinggi, apalagi jika permukaannya sampai gosong. 

Paparan senyawa ini dalam jangka panjang disebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran cerna.

Merebus lebih aman

Sebagai opsi yang lebih sehat, metode merebus dinilai lebih aman untuk menghindari pembentukan zat berbahaya.

“Metode rebus jauh lebih sehat,” kata Bramantya. 

Proses ini tidak menggunakan suhu ekstrem secara langsung, sehingga risiko karsinogenik bisa ditekan. 

Meski demikian, ia tetap mengingatkan bahwa kandungan lemak dalam daging merah harus diperhatikan, terutama bagi orang dengan risiko kolesterol tinggi atau penyakit jantung. 

Lemak jenuh dalam daging kambing dan sapi dapat memicu peningkatan kolesterol jika dikonsumsi tanpa batas. 

Lebih lanjut, Bramantya menekankan bahwa tidak ada metode memasak yang sepenuhnya bebas risiko. 

“Tentu ada positif dan negatif dari setiap pilihan proses makanan,” ujarnya. 

Baca juga: Niat Mandi dan Keramas Sebelum Salat Idul Adha 2025, Lengkap Doa dan Tata Cara Diajarkan Rasulullah

Ia menyarankan agar masyarakat tetap memperhatikan keseimbangan, baik dalam cara memasak maupun dalam jumlah konsumsi. 

Menghindari bagian daging yang terlalu berlemak serta tidak membakar daging hingga hangus bisa menjadi langkah praktis untuk menjaga kesehatan selama perayaan. 

Menikmati daging kurban saat Idul Adha tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan kesehatan. 

Memilih metode memasak yang lebih aman seperti merebus, serta mengatur porsi konsumsi dengan bijak, dapat membantu menekan risiko gangguan jantung maupun kanker.

Baca berita Tribun Jabar lainnya di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved