Komisi V DPRD Jabar, Diah Fitri Minta Pemprov Transparan Soal Anggaran Pendidikan Pancawaluya
Diah Fitri Maryani meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, transparan soal anggaran program Pendidikan Karakter Pancawaluya.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Partai PDIP, Diah Fitri Maryani meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, transparan soal anggaran program Pendidikan Karakter Pancawaluya.
Dikatakan Diah, program gagasan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi itu hingga saat ini masih menimbulkan pro-kontra di masyarakat dan sejumlah kalangan.
Dikatakan Diah, pada saat rapat dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar, pihaknya mempertanyakan soal anggaran untuk kegiatan tersebut.
"Kami mempertanyakan dari mana anggarannya, ternyata bersumber dari anggaran perubahan. Jadi memang itu sudah diusulkan katanya, di angka Rp. 6 miliar. Hanya klausulnya itu, judulnya berbeda dengan yang sekarang pendidikan karakter Pancawaluya," ujar Diah, Kamis (22/5/2025).
Mulanya, kata dia, anggaran tersebut diperuntukkan program pendidikan karakter berbasis budaya dan diperjalanan terjadinya pergeseran nama menjadi pendidikan berkarakter Pancawaluya.
"Nah, kami DPRD Provinsi, teman-teman anggota itu tidak mengetahuinya. Jadi ketika ada pergub 1, 2, sampai 3 kami tahu. Ketika ada pergeseran-pergeseran sampai akhirnya timbul pergub ke 5 (perubahan ke lima) itu kami tidak tahu. Jadi tidak pernah diajak duduk untuk kompromi, termasuk untuk pergeseran judul tersebut," katanya.
Diah pun meminta Pemprov Jabar untuk transparan dalam pengelolaannya, agar tidak ada lagi anggapan dari masyarakat bahwa program itu didanai oleh uang pribadi Gubernur.
"Minta juga transparansi tata kelolaannya seperti apa gitu," katanya.
Selain itu, Diah juga menyoroti pembangunan sekolah rakyat di Wiyataguna dan memindahkan sementara ratusan siswa SLBN A Pajajaran ke SLB Cicendo.
"Kemarin saya pertanyakan juga, karena itu kan menjadi viral ketika anak-anak yang disabilitas yang masih berada di situ, tiba-tiba tidak punya tempat untuk kegiatan belajar," ucapnya.
Ternyata, kata dia, setelah ditelusuri terjadi salah paham antara orang tua siswa dengan pihak dari kementerian sosial (Kemensos) yang memiliki lahan dan program sekolah rakyat tersebut.
"Saya sudah mendapatkan penjelasan yang terang-benderang dari dinas pendidikan, jadi itu sudah clear, jadi ada miskomunikasi, jadi sekolah rakyat itu dibangun, tapi tetap SLBN A tetap bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar," ucapnya.
Pihaknya pun mengapresiasi Dirjen Kemensos, Dinas pendidikan dan stakeholder terkait yang sudah mengakomodir keluhan para guru dan siswa SLBN A Pajajaran.
"Ya, saya mengapresiasi karena sudah ada kok pernyataannya bahwa nanti setelah bangunan itu selesai, mereka masih tetap bisa belajar dan ditempatkan oleh pihak Kemensos, karena itu kan lahannya punya Kemensos," ucapnya.
anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
Diah Fitri Maryani
Anggaran Pendidikan Pancawaluya
Tribunjabar.id
| Anggota DPRD Jabar Cucu Sugiarti Hadiri Citra Bakti di Bekasi, Tekankan Pentingnya Kepedulian Sosial |
|
|---|
| Anggota DPRD Jabar Aten Munajat Soroti Trend Peningkatan Perempuan Jadi Kepala Keluarga |
|
|---|
| Perkuat Ketahanan Pangan, Mas Jun Salurkan Beras Lewat Program Citra Bakti di Cirebon |
|
|---|
| DPRD Soroti LKPJ Gubernur 2025, Belum Fokus pada Ekonomi dan Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Harga Telur Tinggi Meski Surplus, Sri Dewi Anggraini: Beban Peternak dan Distribusi yang Tidak Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-V-DPRD-Jawa-Barat-dari-Partai-PDIP-Diah-Fitri-Maryani-ADV.jpg)