Selasa, 12 Mei 2026

Tabungan Emas Pegadaian di Jabar Naik Tajam Awal 2025

Prospek tabungan emas di PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat mengalami pertumbuhan signifikan pada awal tahun 2025. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
nappisah
EVALUASI KINERJA - Andri Ridwano Arisetya, Kepala Bagian Analisis Bisnis dan Evaluasi Kinerja Kanwil PT Pegadaian Jawa Barat, dalam acara Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompotensi Wartawan di Belva Hotel, Rabu (21/5/2025) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Prospek tabungan emas di PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat mengalami pertumbuhan signifikan pada awal tahun 2025. 

Andri Ridwano Arisetya, Kepala Bagian Analisis Bisnis dan Evaluasi Kinerja Kanwil PT Pegadaian Jawa Barat, mengatakan, bahwa layanan tabungan emas mencatatkan peningkatan sebesar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kalau tahun lalu kita punya 600 kilogram, target kami tahun ini bisa mencapai 900 kilogram. Meskipun target realistisnya di angka 750 kilogram, itu sudah menunjukkan pertumbuhan 25 hingga 50 persen," kata Andri dalam acara Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompotensi Wartawan di Belva Hotel, Rabu (21/5/2025). 

Baca juga: Apa Itu Bullion Bank? Menilik Peluang Pengelolaan Emas di Indonesia

Andri menjelaskan bahwa lonjakan tersebut tidak lepas dari kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang tahan terhadap inflasi. 

“Grafik harga emas itu naik terus. Emas adalah alat simpan nilai yang stabil, bahkan sejak zaman Rasulullah,” ujarnya.

Dari sisi layanan, Andri mengungkapkan Pegadaian juga terus berinovasi, salah satunya melalui kehadiran agen gadai. Agen ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi gadai tanpa harus datang langsung ke kantor Pegadaian.

“Kami memperluas akses dan mempermudah masyarakat, terutama di daerah yang jauh dari outlet,” ucapnya.

Salah satu inovasi terbaru yang mendorong pertumbuhan adalah produk Deposito Emas, yang resmi dirilis setelah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diluncurkan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, saat peresmian Bullion Bank pada 26 Februari 2025.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Rabu 21 Mei 2025 Turun Lagi, Antam Jadi Rp1.941.000, Cek UBS dan Galeri 24

“Sejak peluncuran hingga 19 Mei 2025, pertumbuhan deposito emas mencapai lebih dari 200 persen. Bahkan, dibandingkan masa piloting sebelumnya, pertumbuhannya menyentuh angka 20.000 persen,” jelas Andri.

Produk ini memungkinkan nasabah yang telah memiliki minimal 5 gram tabungan emas untuk mengunci emasnya dalam bentuk deposito dan mendapatkan keuntungan dalam bentuk tambahan gram emas. 

"Rate-nya saat ini memang baru sekitar 1 persen per tahun, tapi keuntungannya bukan hanya dari bunga, melainkan juga dari kenaikan harga emas itu sendiri," tambahnya.

Saat ini, pihaknya memiliki sekitar 1,35 juta nasabah aktif, dengan 65 persen di antaranya berada dalam usia produktif, yaitu di bawah 45 tahun.

Sementara itu, 43 persen dari total pinjaman digunakan untuk kebutuhan konsumtif, sisanya untuk kegiatan produktif dan usaha.

"Kami melihat perputaran pembiayaan sangat cepat. Ada yang menggunakan dana untuk usaha, lalu melunasi, dan kembali mengajukan pinjaman. Ini menunjukkan kepercayaan dan efisiensi layanan kami," tutur Andri.

Dari sisi pembiayaan, Pegadaian mengelola outstanding loan (OSL) hampir Rp7 triliun, yang terbagi antara sektor gadai dan non-gadai.

Baca juga: Cara Membeli Emas Batangan Antam Secara Online yang Praktis dan Terpercaya, Bisa Lewat HP

Untuk gadai emas, rata-rata ticket size nasabah adalah sekitar Rp7,4 juta per tahun, sementara untuk pembiayaan non-gadai seperti kendaraan atau sertifikat bisa mencapai Rp17 juta.

Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa Pegadaian kini juga menjadi pelopor Bullion Bank di Indonesia.

Bank ini akan fokus pada empat layanan utama: simpanan, pembiayaan, titipan, dan perdagangan emas. 

Meski saat ini baru tersedia untuk korporasi, ke depan layanan ini diharapkan bisa diakses oleh individu.

Salah satu fitur menarik dari Bullion Bank adalah pembiayaan modal kerja berbasis emas.

“Jadi kalau ada koperasi atau badan hukum yang bisnisnya di bidang emas dan butuh modal, kita bisa berikan pembiayaan dalam bentuk emas. Nanti pengembaliannya juga dalam bentuk emas, bukan uang,” ucap Andri.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved