Selasa, 5 Mei 2026

Puluhan Ribu Buruh dari Jabar Siap Padati Monas saat May Day, Presiden Prabowo akan Berpidato

Unjuk rasa kali ini tidak hanya diikuti oleh buruh dari Jakarta dan Jawa Barat, tapi juga dari Banten, dan daerah lainnya, dipusatkan di Monas Jakarta

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Gani Kurniawan/Arsip
ILUSTRASI - Massa buruh berjalan, naik mobil dan mengendarai sepeda motor dari Gedung Sate menuju Gerbang Tol Pasteur untuk melakukan blokade, melintas di Jalan Dr Djundjunan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/11/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025 akan dipusatkan di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, dengan kehadiran puluhan ribu buruh dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat. 

Aksi ini direncanakan menjadi ajang penyampaian enam tuntutan utama buruh kepada pemerintah, dengan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir memberikan pidato politik.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Barat, Roy Jinto, menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu anggota SPSI dari Jabar akan diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti aksi May Day

“Rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo,” ujar Roy, kepada Tribunjabar.id, Senin (29/4/2025). 

Dukungan massa juga datang dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat. Ketua SPN Jabar, Dadan Sudiana, menyebutkan bahwa pihaknya akan mengerahkan sekitar 6.000 buruh dengan 89 bus. 

Jelang Hari Buruh, Dedi Mulyadi Beri Pesan Khusus: Mayday Harus Jadi Suasana Bahagia, Bukan Mencekam

“Titik kumpulnya dari DPC masing-masing kabupaten/kota, dan kami targetkan pukul 08.30 sudah tiba di Monas,” jelasnya.

Unjuk rasa kali ini tidak hanya diikuti oleh buruh dari Jakarta dan Jawa Barat, tapi juga dari Banten, dan daerah lainnya dengan titik aksi terpusat di Silang Poros Monas

Enam tuntutan utama yang akan disampaikan dalam aksi ini adalah:

• Penghapusan sistem outsourcing.
• Penerapan upah layak bagi pekerja.
• Perlindungan buruh melalui undang-undang baru pasca putusan MK yang membatalkan UU Cipta Kerja.
• Pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
• Pengesahan UU Perampasan Aset untuk para koruptor.
• Peningkatan demokrasi dan kesejahteraan buruh melalui peran Partai Buruh.

Dadan menuturkan, kehdiran Presiden Prabowo dalam aksi ini menjadi catatan bersejarah, mengingat terakhir kali Presiden RI hadir dalam peringatan May Day terjadi pada era Presiden Soekarno tahun 1965. 

Prabowo dijadwalkan akan memberikan pidato politik sekitar pukul 10.00–11.00 WIB.

“Ini momentum penting, karena kami melihat Presiden Prabowo lebih mau mendengar aspirasi buruh. Kami harap isu outsourcing, satgas PHK, dan kenaikan UMK bisa direspon dengan kebijakan nyata,” ungkap Dadan.

Para pimpinan serikat juga mengimbau seluruh peserta aksi agar menjaga ketertiban selama di perjalanan maupun saat aksi berlangsung di Monas.

“Momentum ini penting bagi perjuangan buruh. Kita ingin menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib,” tegas Dadan.

Dia berharap, May Day 2025 menjadi momen perubahan bagi nasib buruh Indonesia, terutama pasca lima tahun terakhir yang dinilai sebagai periode terburuk bagi kesejahteraan pekerja. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved