Banyak Warga Bandung Alihkan Investasi ke Emas, Stok Emas 1 Kilogram Sampai Langka

Tak sedikit masyarakat yang membeli emas secara berkala sebagai strategi investasi jangka panjang dan perlindungan aset terhadap inflasi.

Tribun Jabar/ Putri Puspita
BELI EMAS - Antusiasme masyarakat untuk belanja emas, Rabu (16/4/2025) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNAJABAR.ID, BANDUNG - Lonjakan harga emas justru membuat minat masyarakat semakin tinggi untuk berinvestasi.

Kondisi ketidakpastian ekonomi global dan nilai tukar yang fluktuatif, emas dinilai sebagai instrumen investasi yang aman, membuat banyak orang mulai mengalihkan dana mereka dari deposito dan saham ke logam mulia.

Tak sedikit masyarakat yang membeli emas secara berkala sebagai strategi investasi jangka panjang dan perlindungan aset terhadap inflasi.

Baca juga: Harga Emas Melonjak, Galeri 24 Ajak Pengunjung Pameran Batik di Kota Bandung Investasi Emas

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya penjualan emas batangan di Galeri 24, bahkan masyarakat rela antre supaya bisa mendapatkan emas yang dicari.

Marketing Galeri 24 Regional Bandung, Yudi Kurniawan mengatakan memang ada beberapa yang panic buying dan ada juga yang baru mengenal investasi emas karena baru ramai jadi perbincangan.

"Karena emas itu mengikuti global politik, keadaan di luar kemarin kan sempat ada beberapa negara bersitegang dan itu mempengaruhi. Memang ada fenomena panic buying, apalagi kalau orang tua yang sepuh-sepuh, sudah pernah mengalami krisis '98 itu mereka agak risky," kata Yudi saat ditemui di pameran batik Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (16/4/2025).

Yudi pun memaparkan bahwa cukup banyak masyarakat yang berpindah haluan untuk menyimpan tabungannya.

"Banyak yang pindah dari deposito ke beli emas, banyak yang langsung beli 100 gram. Fenoman di departemen stok kami dari 25 gram sampai 1 kilo gram emas itu kosong," ucap Yudi.

Yudi pun mengatakan hingga sampai saat ini, ada beberapa di distro Galeri 24 yang khusus area regional Bandung banyak yang memesan 1 kilogram emas hingga 5 kilogram emas.

"Namun kita baru bisa memenuhi beberapa kilogram, karena memang ketersediaan stoknya gold bar kami di 250 gram sampai 1 kilogram langka karena memang di setiap daerah pembeliannya sudah mulai besar," ujarnya.

Baca juga: Cara Membeli Emas Batangan Antam Secara Online yang Praktis dan Terpercaya, Bisa Lewat HP

Harga emas yang naik turun pun membuat masyarakat bertanya-tanya kapan akan stabil atau bahkan merosot turun.

Yudi menyebutkan jika harga emas diperkirakan akan melonjak terus menerus.

"Pasti ada landainya, landai dalam artian konstan, tidak sampai langsung terjun. Mungkin ada yang memprediksikan akan  pasti akan turun banget. Contohnya hari ini, harga pagi kita ini dari kemarin agak turun, misalkan turun Rp 5000 tapi kemaren kan kenaikannya Rp 20.000," ujarnya.

Sehingga, Yudi mengatakan harga emas dalam satu bulan ini akan tetap sama.

"Kami menyarankan ketika ada uang lebih baik beli emas. Apalagi kalau uangnya dingin, dan kalau beli emas jangan jangka pendek. Jadi anggap itu hanya nilai invest jangka panjang, karena memang sejatinya emas itu adalah menjaga nilai rupiahnya," tuturnya.

Ia pun memberikan tips bagi masyarakat yang baru mengenal emas batangan atau perhiasan lebih baik mulai investasi dari sekarang.

Karena cukup banyak yang menyesal karena menyangka harga yang dibeli sebelum lebaran adalah harga yang cukup tinggi.

Namun ternyata di minggu ini harga emas masih tetap tinggi hingga stoknya banyak yang kosong.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Rabu 16 April 2025, Antam Stabil Rp 1,955 Juta per Gram, UBS dan Galeri 24 Turun

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved