Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Penyintas Pergerakan Tanah Masih Mengungsi, Rumah Rusak di Kadupandak Cianjur Dibiarkan

beberapa warga terdampak itu masih mengungsi seperti di Aula Desa Wargasari, dan di rumah keluarga serta kerabat terdekatnya.

Tayang:
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TribunJabar.ID / Fauzi Noviandi
RUMAH DITINGGALKAN - Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) penyintas pergerakan tanah di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur masih tinggal dipengungsian. 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) penyintas pergerakan tanah di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur masih tinggal dipengungsian.

Bahkan, sejumlah penyintas terdampak bencana alam yang terjadi pada akhir tahun 2024 lalu itu, sudah tidak mendapatkan bantuan bahan pokok dan lainnya.

Ridwan Agung (32) warga Kampung Cibogo RT 03/05, Desa Wargasari mengatakan, hingga saat ini sejumlah rumah yang terdampak pergerakan tanah pada November 2024 lalu, masih dibiarkan dan tidak ada kepastian untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Dari sejumlah rumah warga yang terdampak pergerakan tanah itu berada di Kampung Wargasari, Cileungsir, Cibogo, Cisalak dan kampung lainya. Tercatat ada sebanyak 40 KK yang terdampak," katanya saat dihubungi Tribunjabar.id, Jumat (11/4/2025).

Bahkan hingga kini lanjut dia, beberapa warga terdampak itu masih mengungsi seperti di Aula Desa Wargasari, dan di rumah keluarga serta kerabat terdekatnya.

"Warga yang mengungsi di Aula desa tidak terlalu banyak. Namun saat ini warga terdampak terutama yang mengungsi di desa sudah tak mendapatkan bantuan, dari relawan atau pemerintah," katanya.

Selain itu, ia mengatakan sejumlah rumah warga yang rusak berat dibiarkan saja, belum ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah desa atau pun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

"Saat ini warga masih mengunggu kepastian dari pemerintah untuk mendapatkan bantuan dan perbaikan rumah. Pas pertama cuman baru ada bantuan untuk menyewa rumah, tapi sekarang sudah tidak ada," ucapnya.

Sementara itu Kalak BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya mengakui sejumlah rumah rusak yang terdampak pergerakan tanah belum dilakukan perbaikan.

"Kita sudah mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, masih dalam revisi inspektorat BNPB," katanya.

Asep menambahkan, setelah revisi dari inspektorat BNPB, nantinya bantuan dari pemerintah pusat tersebut akan masuk melalui Kementrian terkait, lalu masik ke Pemkab Cianjur. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved