Dedi Mulyadi Minta Maaf karena Masih Ada Kemacetan di Jalur Mudik dan Tempat Wisata di Jabar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta maaf. Permintaan maaf itu ditujukan kepada pemudik dan wisatawan.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta maaf. Permintaan maaf itu ditujukan kepada pemudik dan wisatawan.
Alasannya, masih ada kemacetan saat melintas wilayah Jawa Barat. Hal yang sama juga dialami wisatawan saat berlibur ke beberapa destinasi wisata.
Dedi mengatakan akan mengevaluasi situasi ini agar dapat diperbaiki di masa mendatang, sehingga ke depan tidak terjadi lagi kemacetan di jalur vital mudik dan wisatawan di Jabar.
"Untuk itu, mohon maaf atas kekurangan kami sebagai pimpinan masyarakat Jabar, seluruh wisatawan, dan para pemudik yang melewati jalur di Jabar. Mohon maaf, masih banyak kekurangan dan seluruh kekurangan itu merupakan kelemahan-kelemahan kami yang harus diperbaiki," ujar Dedi, dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Kamis (3/4/2025).
Dedi mengaku, telah berupaya maksimal untuk mengatasi kemacetan pada mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, dalam rangka memberikan kenyamanan pada wisatawan yang datang berlibur ke sejumlah objek wisata di Jabar.
Baca juga: Arus Lalu Lintas di Ciater Subang Padat, Polisi Minta Pengendara Waspada Jalan Licin Akibat Hujan
Meski demikian, ia mengaku upaya tersebut belum berjalan optimal, mengingat dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Jabar baru berjalan sekitar dua bulan.
"Kita akan cari solusi dan tidak bisa selesai tahun ini, kan Jabarnya (gubernur) juga baru sekitar 43 hari (bekerja), dikurangi kegiatan di Magelang retret 14 hari, dikurangi libur, paling efektifnya saya bekerja baru 20 hari," kata Dedi.
Tetapi, Dedi mengeklaim kebijakan meliburkan angkot, becak, ojek, hingga delman di sejumlah daerah di Jabar telah berhasil mengurangi tingkat kemacetan, seperti di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, dan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Adapun kemacetan yang masih terjadi di kawasan wisata lainnya seperti Ciwidey, Kabupaten Bandung, dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, disebut karena tingginya volume kendaraan yang datang ke wilayah tersebut.
Dia juga mengapresiasi kerja aparat kepolisian dalam mengawal kelancaran arus lalu lintas pada mudik dan libur Lebaran 2025.
Baca juga: Jadwal Contra Flow di Tol Trans Jawa selama Arus Balik Lebaran 2025, Tahap I dari KM 188 Tol Cipali
Kemudian, Dedi mengapresiasi para sopir angkot, kusir delman, penarik becak, dan pengemudi ojek yang telah patuh untuk tidak beroperasi selama sebelum dan sesudah Lebaran. Mengingat sebelumnya, mereka telah diberikan kompensasi berupa uang tunai senilai Rp 3 juta yang dibagikan dalam dua tahap agar tetap di rumah selama periode tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih pada ketaatan sopir angkot di jalur Puncak, jalur Cipanas yang sudah berani melaksanakan titah yang saya lakukan untuk tinggal di rumah atau bersama keluarga, tidak narik, dan sudah relatif mengurangi beban kemarin, horor yang biasa terjadi di Puncak," ucap Dedi. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi Minta Maaf ke Masyarakat karena Macet Masih Terjadi di Tempat Wisata Jabar"
| DPRD Soroti LKPJ Gubernur 2025, Belum Fokus pada Ekonomi dan Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Edi Askari Apresiasi Rata-rata Lama Sekolah di Jabar Jabar Tembus 9 Tahun |
|
|---|
| Setelah Disentil KDM. Wali Kota Bandung Kini Ultimatum Penyapu Jalan: Dipecat Jika Terlambat |
|
|---|
| Wali Kota Bandung Ancam Pecat Penyapu Jalan Jika Terlambat ke Lokasi |
|
|---|
| Pembersihan Kawasan Monju Dipatiukur Bandung Ikuti Arahan Dedi Mulyadi, Enam Truk Sampah Diangkut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/20250329_GANI_Arus_Mudik_15.jpg)