Kamis, 7 Mei 2026

Diduga Dibekingi Ormas, Travel Gelap di Cianjur Kian Marak: Cukup Bermodal STNK dan Tanpa KIR

travel gelap yang sudah lama menjamur di wilayah Kabupaten Cianjur semakin marak, dan merugikan sopir elf jurusan Cianjur selatan.

Tayang:
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TribunJabar.ID / Fauzi Noviandi
H-1 Lebaran kondisi Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur sepi penumpang, Minggu (30/3/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sejumlah sopir elf Cianjur selatan di Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur menyebutkan travel gelap yang sering beroperasi diduga dibekingi ormas.

Akibatnya, travel gelap yang sudah lama menjamur di wilayah Kabupaten Cianjur semakin marak, dan merugikan sopir elf jurusan Cianjur selatan.

Seorang sopir elf Cianjur selatan di Terminal Pasirhayam yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, hingga saat ini upaya untuk menindak travel gelap yang meresahkan sopir elf jurusan Cianjur selatan belum ada dampaknya.

"Kalau ada travel gelap yang kena dirazia, besoknya sudah lepasin lagi. Karena banyak dibekingi ormas sama yang di dalamnya juga. Kami sebagai sopir cuman ingin travel gelap itu benar-benar ditindak, kita banyak tranyek, KIR, dan lainya, sedangkan travel gelap cuman modal STNK saja," ucapnya, Minggu (30/3/2025).

Hingga sejauh ini lanjut dia, razia terhadap travel gelap dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Cianjur sebelum bulan ramadan.

"Razia travel gelap yang dilakukan itu pun, setelah ratusan sopir elf Cianjur selatan melakukan aksi unjuk rasa ke Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, dan sampai sekarang tidak ada upaya yang lebih serius lagi dari pemerintah," katanya,

Ia mengungkap, seharusnya Dishub Kabupaten Cianjur dan Satlantas Polres Cianjur melakukan operasi razia travel gelap H-7 menjelang hari Raya Idul Fitri.

"Meskipun kemarin sempat ada mudik gratis yang ada Pemkab Cianjur, tapikan tak semuanya sopir elf Cianjur selatan ikut dibayar juga sama, karena setiap jurusan hanya dibawa dua kendaraan saja," katanya.

Sementara itu Dera Putra (30) Pengurus Trayek Cijati mengatakan, menjelang lebaran 2025 saat ini kondisi di Terminal Pasirhayam, Cianjur sepi dari calon penumpang. Bahkan kondisi tersebut sudah terjadi sebelum bulan Ramadan.

"Hingga satu hari jelang lebaran ini, penumpang tidak sama sekali mengalami peningkatan. Kalau pun ada penumpang paling banyak hanya ada tujuh orang penumpang saja. Sedangkan tahun sebelumnya bisa mencapai 10 orang penumpang," katanya.

Sepinya penumpang tersebut lanjut dia, disebabkan maraknya travel gelap yang sering beroperasi dan membawa penumpang menuju Cianjur selatan serta tak ada tindakan tegas dari pihak terkait.

"Penumpangnya habis sama travel gelap, bahkan yang kita ketahui travel gelap yang sering membawa penumpang langsung di Jakarta aja sudah mencapai 100 lebih armada," katanya.

Ia mengatakan, maraknya travel gelap tersebut membuat kondisi sopir elf Cianjur selatan sangat mengkhawatirkan, dan membuat pendapatan penurun hampir 50 persen dari tahun sebelumnya.

"Dengan kondisi sekarang kami bisa membawa uang ke rumah sekitar Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per hari, itu pun kalau ada penumpang, kalau gak ada kita bisa menginap diterminal. Sedangkan tahun sebelumnya kita bisa bawa uang Rp 200 ribu per hari," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved