Sabtu, 16 Mei 2026

Shuttle Damri Stasiun Banjar ke Pangandaran Beroperasi Lagi, Organda Kota Banjar Pasrah: Silakan

Shuttle DAMRI itu bisa kembali beroperasi setelah ada pertemuan antara Pemkot Banjar, Pemda Kabupaten Pangandaran termasuk Organda Kota Banjar.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Padan
DITOLAK ORGANDA - Dua minibus DAMRI yang terparkir di halaman TIC Pangandaran, Selasa (18/3/2025). Sempat ditolak organisasi angkutan darat (Organda) Kota Banjar, Shuttle DAMRI Stasiun KA Banjar - TIC Pangandaran Jabar kembali beroperasi. 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sempat ditolak organisasi angkutan darat (Organda) Kota Banjar, Shuttle DAMRI Stasiun KA Banjar - TIC Pangandaran Jabar kembali beroperasi.

Shuttle DAMRI itu bisa kembali beroperasi setelah ada pertemuan antara Pemkot Banjar, Pemda Kabupaten Pangandaran termasuk Organda Kota Banjar.

Hasil pertemuan itu yakni, ada kesepakatan yang mendukung pengoperasian Shuttle Bus DAMRI rute Stasiun KA Banjar-TIC Pangandaran.

Ketua Organda Kota Banjar, Wahyudin, mengatakan, memang pertama ada penolakan terhadap rencana pengoperasian Shuttle DAMRI KA Banjar-TIC Pangandaran.

Alasannya, karena banyak perusahaan angkutan yang akan mendapat kerugian dengan adanya shuttle bus tersebut.

"Khususnya untuk trayek angkutan dari Tasik- Cijulang maupun dari Cijulang ke Tasik," ujar Wahyudin melalui WhatsApp, Rabu (26/3/2025) siang.

ANGKUTAN SHUTTLE - Angkutan shuttle DAMRI terparkir di halaman TIC Pangandaran, Rabu (26/3/2025).
ANGKUTAN SHUTTLE - Angkutan shuttle DAMRI terparkir di halaman TIC Pangandaran, Rabu (26/3/2025). (Tribun Jabar/Padna)

Setelah penolakan itu, pihak Pemkot Banjar dan Pemkab Pangandaran mengundang Organda untuk membahas permasalah itu pada Senin (24/3/2025) kemarin.

"Ya, akhirnya kedua belah pihak sepakat (mengoperasikan Shuttle DAMRI Banjar-TIC Pangandaran), ya kita dari Organda tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Silahkan saja," katanya.

Tentu, Organda Kota Banjar juga akan mengikuti apa yang menjadi kesepakatan antara kedua belah pihak tersebut.

"Akhirnya Organda juga harus mengikuti, karena itu sudah berbicara Pemerintah," ucap Wahyudin.

Sementara Sekretaris Bappeda Kabupaten Pangandaran, Asep Suhendar, mengatakan, kini penolakan shuttle bus DAMRI sudah clear.

"Tapi, di lapangan mereka ingin tahu aspirasi dari teman-teman travel dan juga online," ujarnya.

Untuk sosialisasi kepada travel dan online, itu akan dikondisikan oleh pihak Dishub dan juga Organda Kota Banjar.(*)

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved