Sabtu, 11 April 2026

Wabup Sumedang Ajak Semua Pengusaha Siagakan Alat Berat di Jalur Mudik

Menghadapi arus pemudik yang melintas ke Sumedang, Fajar mengorkestrasi pemerintah kabupaten dan unsur terkait untuk menyiagakan alat berat.

tribunjabar.id / Kiki Andriana
Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila mengimbau para pemudik yang melintas ke Sumedang berhati-hati. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bencana mengepung Kabupaten Sumedang. TPT ambruk di Pamulihan hingga banjir menerjang kawasan empat desa di Cimanggung terjadi dalam waktu berdekatan. 

Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila mengimbau para pemudik yang melintas ke Sumedang berhati-hati. 

"Untuk para pemudik yang akan melewati jalan nasional (di Sumedang), hati-hati dalam berkendara, lihat kiri dan kanan,"

"Kita ini di tengah-tengah jalur rawan, masih banyak kontur tanah yang tidak stabil," kata Fajar Aldila di Sumedang, Selasa (18/3/2025). 

Menghadapi arus pemudik yang melintas ke Sumedang, Fajar mengorkestrasi pemerintah kabupaten dan unsur terkait untuk menyiagakan alat berat di sekitar jalur mudik, sehingga ketika ada bencana longsor misalnya, penanganan akan cepat. 

"Musim mudik lebaran, standby alat berat. Seharusnya di Cimanggung itu harus sudah ada satu backhoe, tapi kita cari penyebababnya apakah backhoe-nya rusak (sehingga tidak jadi standby),"

"Saya juga ajak semua pengusaha, semua yang punya backhoe, towing, loading, untuk membantu Pemkab Sumedang, termasuk untuk mudik kali ini," katanya.  

Petakan Kembali Area Rawan Bencana 

Fajar Aldila mengatakan bahwa dirinya sudah punya rencana untuk memetakan kembali topografi di Sumedang, khususnya daerah-daerah yang rawan bencana hidrometereologi seperti banjir dan longsor.

Pemetaan itu sebagai bahwan bahwa pada musim kemarau, ada hal-hal yang harus dikerjakan hingga tuntas. 

"Saya sudah mengimbau kalau musim hujan beres, kita petakan topografi, misalnya kita pasang TPT (untuk yang rawan longsor)," katanya. 

Namun, Fajar menyinggung tabiat manusia. Menurutnya, manusia itu terkadang lupa tugasnya jika bencana sudah menjauh.

 Jika kemarau tiba dan tidak ada banjir atau longsor, orang sering lupa bahwa ada tebing yang harus ditanggulangi dan sungai yang harus dinormalisasi. 

"Dalam curah hujan tinggi sulit untuk perbaikan, tapi kadang manusia lupa saat kemarau tidak dikerjakan pekerjaan itu," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved