Ramadan 2025
Hati-hati Mengeluh Lapar dan Haus, Benarkah Bisa Membatalkan Puasa? Ini Hukum dan Penjelasannya
Umat muslim harus hati-hati saat mengeluh lapar dan haus saat puasa Ramadhan, berikut hukum dan penjelasannya
TRIBUNJABAR.ID - Bagaimana hukum mengeluh lapar dan haus saat puasa Ramadhan, apakah bisa membatalkan puasa?
Pertanyaan ini tak jarang muncul saat umat muslim menjalankan ibadah puasa, termasuk di bulan Ramadhan 2025.
Seperti diketahui saat puasa ada hal-hal yang membatalkan puasa atau tidak.
Berpuasa tidak hanya menuntut umat Islam untuk menahan lapar dan minum saja, tetapi juga menahan hawa nafsu.
Namun, terkadang karena belum terbiasa, banyak umat muslim yang mengeluh dan merasa lapar atau haus.
Baca juga: Doa-doa di 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan 2025 Huruf Arab dan Latin, Lengkap dengan Terjemahannya
Lalu bagaimana hukumnya jika seseorang tersebut mengeluh lapar dan haus saat sedang berpuasa?
Apakah hal ini dapat membatalkan puasanya atau tidak?
Hukum mengeluh lapar dan haus saat sedang puasa Ramadhan
Mengutip dari IslamicFinder,com, mengeluh lapar dan haus saat sedang puasa dapat mengurangi pahala saat puasa.
Sebab, puasa Ramadhan bertujuan untuk melatih pengendalian diri dan pengorbanan, salah satunya melalui rasa lapar dan haus.
Sebagai umat Islam, baiknya mengerjakan puasa dengan rasa ikhlas.
Maka agar puasa Ramadhan tetap menjadi berkah, ada baiknya umat Islam tidak sering mengeluh mengenai beratnya menahan lapar dan haus saat menjalankan puasa.
Jadi dapat disimpulkan bahwa mengeluh merasa lapar dan haus saat puasa Ramadhan tidak membatalkan puasa.
Hanya saja, hal ini dapat membuat pahala puasa berkurang atau menjadi sia-sia.
Baca juga: Hukum Pelukan dengan Istri saat Puasa Ramadhan, Apakah Bisa Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Mengutip dari baznas.go.id, hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:
1. Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja
Sesuatu yang membatalkan puasa adalah makan, minum dan segala sesuatu yang masuk melalui lubang pada anggota tubuh yang berkesinambungan (mutasil) sampai lambung, dan memasukkannya dengan unsur sengaja.
2. Melakukan hubungan suami istri secara sengaja
Hubungan seksual baik dilakukan pasangan suami-isteri atau bukan dapat menyebabkan batalnya puasa dengan ketentuan melakukannya dalam keadaan sadar dan sengaja.
3. Muntah dengan sengaja
Muntah-muntah dengan cara disengaja akan membatalkan puasa.
Namun, apabila muntahnya tanpa disengaja atau karena sakit, maka tidak membatalkan puasa.
4. Haid
Haid, yaitu darah yang keluar dari kemaluan perempuan yang sudah menginjak usia batas minimal 9 tahun.
Apabila keluar pada saat seorang perempuan sedang menjalankan ibadah puasa, maka puasanya batal.
5. Nifas
Nifas, yaitu darah yang keluar dari kemaluannya perempuan setelah proses melahirkan dengan rentang waktu sampai dua bulan (ukuran maksimal).
Nifas juga dapat menyebabkan batalnya puasa, apabila keluar di saat sedang berpuasa.
6. Keluar air mani dengan sengaja
Jika seseorang dengan sengaja mengeluarkan air mani karena syahwat yang disengaja, maka batal puasanya pada hari itu.
7. Gila
Gila atau hilang akal juga membatalkan puasa.
Puasa seorang mukmin yang gila atau hilang akan otomatis batal.
Karena, salah satu syarat wajib puasa adalah berakal sehat.
8. Murtad
Murtad adalah hal yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam.
Misalnya, melakukan pengingkaran akan keberadaan Allah SWT sebagai dzat tunggal, di saat ia sedang melaksanakan Ibadah puasa, maka puasanya dinyatakan batal.
Maka sebaiknya kita menghindari keenam hal tersebut, agar ibadah puasa selalu terjaga demi mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Sebelum berpuasa, ada baiknya umat Islam juga membaca niat berpuasa, sebagai berikut.
Baca juga: Inilah Hukum Menelan Ludah atau Air Liur karena Tenggorokan Kering, Apakah Bisa Membatalkan Puasa?
Syarat Sah Berpuasa
Dikutip dari kotapekalongan.kemenag.go.id, inilah syarat sah menjalankan ibadah puasa:
1. Islam, baligh (dewasa)
Hanya umat yang beragama Islam dan sudah dewasa yang diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan.
2. Berakal
Artinya bagi orang gila, penyandang epilepsi tidak diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan.
3. Mampu secara fisik
Orang yang tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan dikarenakan sakit atau dikarenakan memang benar-benar lemah fisik (dalam arti, apabila dipaksakan berpuasa bisa timbul risiko yang sangat besar seperti sakit parah atau menimbulkan kematian), maka tidak diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan.
4. Suci dari haid dan nifas
Bagi wanita yang sedang datang bulan atau menstruasi dan yang sedang dalam keadaan nifas tidak diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan.
Akan tetapi, dia wajib untuk qadha atau mengganti puasa dikemudian hari.
5. Mumayyiz
Bagi mereka yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan buruk.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apakah Mengeluh Lapar dan Haus Bisa Membatalkan Puasa? Ini Hukum dan Penjelasannya
| Jadwal Buka Puasa 29 Ramadhan Hari Ini Sabtu 29 Maret 2025 di Bandung, Cimahi, dan Sekitarnya |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa 28 Ramadhan Hari Ini Jumat 28 Maret 2025 untuk Pantura, Karawang hingga Indramayu |
|
|---|
| 50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 Singkat Tapi Penuh Makna, Cocok. Buat Caption di Media Sosial |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 28 Ramadhan Jumat 28 Maret 2025 di Wilayah Pantura, Termasuk Subang dan Cirebon |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 28 Ramadhan Hari Jumat 28 Maret 2025 di Bandung, Cimahi, dan Sekitarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-lapar.jpg)