Cuaca Ekstrem Sebabkan Longsor Parah, Akses Jalan Antardesa Terputus di Tegalwaru Purwakarta
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, beberapa hari terakhir telah menyebabkan longsor di jalan kabupaten.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, beberapa hari terakhir telah menyebabkan longsor di jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Batutumpang dengan Desa Pamalayan.
Akibat curah hujan tinggi, tanah di sekitar bahu jalan menjadi jenuh dan kehilangan daya ikatnya, sehingga memudahkan terjadinya longsoran yang cukup parah pada Sabtu (8/3/2025).
Beny Primiadi, Camat Tegalwaru, menjelaskan bahwa peristiwa ini mengakibatkan akses jalan utama sepanjang 20 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi longsoran mencapai 25 meter, ambles.
"Peristiwa longsor ini terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Aliran air yang terus-menerus mengikis tanah di sekitar bahu jalan semakin memperburuk keadaan. Akibatnya, jalan penghubung Desa Batutumpang dengan Desa Pamalayan terputus sementara waktu," ujar Beny kepada Tribunjabar.id, Selasa (11/3/2025).
Sejak peristiwa tersebut, kata Bent, upaya penanggulangan sudah dilakukan, termasuk pemasangan safety line untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami sudah menerima laporan dan langsung melakukan assessment di lapangan bersama BPBD Purwakarta. Pihak BPBD juga telah memasang garis pengaman di area longsor untuk memastikan keselamatan masyarakat yang melintas," kata Beny.
Baca juga: Akses Jalan Tertimbun Longsor, PLN Kerahkan Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Listrik di Sukabumi
Namun, lanjut dia, kondisi saat ini masih menyisakan tantangan besar. Jalan yang ambles hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat terhambat.
"Kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperbaiki akses jalan yang ambles dan berharap dalam waktu dekat, perbaikan dapat segera dilaksanakan."
"Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan adalah terpal untuk menutup area longsor guna mengurangi dampak buruk lebih lanjut. Kami pun mengimbau warga untuk lebih berhati-hati ketika melewati area tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan, meskipun hingga kini belum ada korban jiwa, kecemasan akan potensi lebih lanjut tetap ada.
Beny menyebutkan, langkah-langkah perbaikan jalan dan upaya pencegahan lebih lanjut harus segera dilakukan demi keselamatan masyarakat dan kelancaran akses antar desa.
"Kami akan terus memantau dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan akses jalan ini dapat segera normal kembali. Ini adalah prioritas agar masyarakat bisa kembali menjalani aktifitas seperti biasa," kata Beny. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| Permintaan Maaf Pelajar SMAN 1 Purwakarta yang Viral Ejek Guru, Kini Terancam Kena Sanksi Sosial |
|
|---|
| Sosok Guru yang Viral Dihina Siswa SMAN 1 Purwakarta, Dikenal Tegas namun Penyayang, Alumni Geram |
|
|---|
| SMAN 1 Purwakarta Beri Sanksi untuk 9 Siswa Penghina Guru, Klaim Sesuai Pedoman Pendidikan Karakter |
|
|---|
| Bupati Purwakarta Minta Sekolah Hukum Pelajar Hina Guru, Agar Jera dan Tidak Terulang |
|
|---|
| Kronologi Kasus 9 Siswa Lecehkan Guru di SMAN 1 Purwakarta: Bermula dari Kegiatan dalam Kelas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-jalan-longsor-penghubung-Desa-Batutumpang.jpg)