Sepanjang Ramadan 2025 Bupati Sumedang Bakal Tarawih Keliling, Sekalian Serap Aspirasi Rakyat
Tarawih keliling aan menjadi agenda Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Fajar Aldila,
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tarawih keliling aan menjadi agenda Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Fajar Aldila, serta pejabat-pejabat setingkat kepala dinas di Sumedang selama Ramadan tahun 2025 ini.
Dony Ahmad Munir kepada TribunJabar.id, Jumat (28/2/2025) petang mengatakan tarawih keliling pasti ada, sebagaimana hal itu dilakukan juga pada periode kepemimpinannya yang pertama, pada 2018-2023.
"Tarawih keliling, ada nanti, bakal ada dengan safari Ramadhan," katanya.
Dia memerinci, secara teknis, tarawih keliling itu akan dibagi-bagi tugas kelilingnya dengan Wakil Bupati Sumedang Fajar aldila dan pejabat lainnya.
Dengan demikian, banyak tempat di Sumedang akan dikunjungi oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Dony berharap dengan hal ini, akan semakin banyak masyarakat merasakan kehadiran pemerintah.
"Ya saya bagi dengan Kang Fajar dan Forkopimda, ada beberapa rombongan sehingga masayarakt dapat merasakan kehadiran pemerintahnya," kata Dony.
Agenda tarawih keliling juga dimanfaatkan sebagai momen untuk "ngobrol rigan" dengan masyarakat, menyerap aspirasi dan harapan-harapan masyarakat untuk pembangunan Sumedang ke depan.
Dony mengakui bahwa pada masa-masa periode pertama, masyarakat senang dengan kehadiran para perwakilan pemerintah pada tarawih keliling, karena bisa menyampaikan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan di tempat yang dikunjungi itu.
"Biasanya sebelum buka (puasa) sudah datang, ngobrol, biasanya ada aspirasi, setelah terawih pun ngobrol ringan, itu pasti sekaligus menyerap aspirasi," katanya.
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/upati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-dan-Wakil-Bupati-Sumedang-Fajar-Aldila-saat-mengikiti-retret.jpg)