Jumat, 24 April 2026

Permintaan Tinggi dan Cuaca Ekstrem Jadi Biak Kerok Kenaikan Harga Cabai di Bandung

faktor yang menyebabkan kenaikan harga cabai tersebut dipicu akibat cuaca ektrem, sehingga kondisi ini berpengaruh terhadap penurunan hasil panen

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
CABAI - Petani memanen cabai rawit di lahan garapan kawasan Sawah Lega, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, mengungkap faktor yang telah menyebabkan kenaikan harga cabai rawit merah di pasar tradisional saat mendekati bulan Ramadhan.

Seperti diketahui, beberapa bulan sebelum Ramadhan, harga cabai rawit merah tersebut hanya Rp 80 ribu per kilogram, kemudian naik menjadi Rp100 ribu per kilogram dan saat ini naik lagi menjadi Rp 110 ribu per kilogram.

Plt Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan, sehari menjelang Ramadhan tahun ini harga cabai merah kembali naik Rp 10 ribu dan untuk penyebabnya dipicu akibat sejumlah faktor.

"Kenaikan harga cabai ini diangka Rp 10 ribu jadi Rp110 ribu per kilogram. Penyebabnya karena menghadapi bulan suci Ramadhan, jadi permintaan juga meningkat," ujar Ronny, Jumat (28/2/2025).

Selain itu, kata dia, faktor yang menyebabkan kenaikan harga cabai tersebut dipicu akibat cuaca ektrem, sehingga kondisi ini berpengaruh terhadap penurunan hasil panen para petani di berbagai daerah.

"Curah hujan yang cukup tinggi, berpengaruh terhadap komoditas sayuran, khususnya cabai yang memang ikut terganggu dengan cuaca seperti ini di tingkat petani," katanya.

Meski harga naik, tetapi pihaknya memastikan pasokan cabai rawit merah ke tingkat pedagang di pasar tradisional yang ada di Kota Bandung tetap aman dan kebutuhan masyarakat saat Ramadhan tetap terpenuhi.

"Hari Rabu kita ke pasar tradisional, ke gudang ritel modern dan bulog. Hasil pantauan kami ketersedian stok kebutuhan pokok masyarakat termasuk cabai relatif aman, beras juga di Gudang Bulog banyak," ucap Ronny.

Untuk menjaga harga stabil dan pasokan tetap aman, pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan pokok masyarakat saat Ramdhan bisa tetap terpenuhi.

"Kemarin kami melakukan rapat koordinasi dengan distributor, kemudian perwakilan pasar, kami menyampaikan dan mengkonfirmasi ke mitra kita bagaimana kondisi di masing-masing distributor," katanya.
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved