Kamis, 30 April 2026

Setiap Hari 14-15 Ritase Sampah di Bandung Tidak Terangkut ke TPA Sarimukti

Sebanyak 14-15 ritase sampah tidak terangkut ke TPA Sarimukti, sehingga Pemkot Bandung harus mencari cara agar sampah itu tidak menumpuk di TPS.

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
TUMPUKAN SAMPAH - Kondisi timpukan sampah di TPS Ciwastra beberapa waktu lalu. Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengatakan, setelah melakukan rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, sudah ada kesepakatan terkait penanganan sampah ini yakni dengan tiga pendekatan yaitu penanganan, pemulihan, dan penormalan, Senin (24/2/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 14-15 ritase sampah tidak terangkut ke TPA Sarimukti, sehingga Pemkot Bandung harus mencari cara agar sampah itu tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Kondisi tersebut terjadi imbas adanya pembatasan pembuangan sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang saat ini kondisinya semakin overload.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan utama karena sejak 3 Oktober 2024, kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti dikurangi dari 170 ritase menjadi 140 rit per hari.

Meski ada tambahan lima rit pada 8 Februari hingga 10 Maret 2025, sehingga jatah ritase bertambah menjadi 145 rit tetapi setelahnya jumlah ritase ini akan kembali turun ke 140 rit per hari. Sedangkan rata-rata produksi sampah Kota Bandung masih mencapai 154 rit per hari.

"Artinya, ada 14-15 ritase sampah per hari yang belum bisa terangkut ke TPA dan ini harus segera kami selesaikan," ujarnya di Kantor DLH Kota Bandung, Senin (24/2/2025).

Baca juga: Pelanggaran Pengelolaan Sampah Pasar Caringin Akan Dinaikan ke Tahap Penyidikan, Ini Respons Pemkot

Berdasarkan data DLH Kota Bandung, rata-rata pengiriman sampah ke TPA Sarimukti sepanjang 1-22 Februari 2025 adalah 146 rit per hari, dengan rincian 1–6 Februari 155 rit per hari, 7–13 Februari 142 rit per hari dan 14–22 Februari 143 rit per hari.

Untuk mengatasi keterbatasan kuota pengiriman sampah ke TPA, Pemkot Bandung menyiapkan beberapa langkah strategis, di antaranya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dan kerja sama dengan Mesin Olah Runtah (Motah) milik BBWS.

Kemudian pemusnahan sampah dengan Motah, lali pemusnahan sampah dengan mesin pirolisis di TPST Cicukang Holis dan Babakan Siliwangi, optimalisasi Bank Sampah, optimalisasi program magotisasi di tingkat kelurahan, dan penambahan RW KBS Kemitraan Bank Sampah.

Selain itu, kata Dudy, kick off penanganan sampah do Kota Bandung akan digelar beberapa hari ke depan. Meski begitu, DLH Kota Bandung akan mengkoordinir terlebih dahulu hal-hal teknis terkait kick off tersebut.

"Kami perlu berkoordinasi lebih lanjut. Akan kami update segera informasinya dalam beberapa waktu ke depan," kata Dudy.

Baca juga: Janji Farhan-Erwin Tangani Sampah di Kota Bandung, Sebanyak 430 Ton Bakal Dibakar Setiap Hari

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, pembuangan sampah ke TPA Sarimukti akan tetap masih berjalan karena timbulan sampah di Kota Bandung cukup banyak yakni mencapai 1.496,3 ton per hari.

"Yang belum masih tertangani 400 ton lebih, nah itu kita cari solusi akan dimusnahkan, tetapi bank sampah, magotisasi, loseda, kawasan bebas sampah (KBS) itu tetap berjalan semua," kata Erwin.

Ia mengatakan, pemusnahan sampah dengan cara dibakar menggunakan mesin insenerator itu akan dilakukan di 15 TPS dengan target 430 ton per hari, tetapi hingga saat ini alatnya belum semuanya siap digunakan, namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyedia alat. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved