Pelantikan Bupati Sumedang
Dulu, Putra Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Marah Ayahnya Dikritik, Tapi Sekarang Silakan Kritik
Alfitra Ramdani Munir (17) turut mengiringi ayahnya, Dony Ahmad Munir dilantik sebagai Bupati Sumedang periode 2025-2030 di Istana Negara, Jakarta.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Alfitra Ramdani Munir (17) turut mengiringi ayahnya, Dony Ahmad Munir dilantik sebagai Bupati Sumedang periode 2025-2030 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Sepulang ke Sumedang, dia pun ikut bersama ayah dan ibunya Susi Gantini, beserta kedua kakak perempuannya, untuk berjumpa dengan masyarakat Sumedang.
Alfitra juga ikut bersalaman kepada masyarakat dan sejumlah pejabat serta pegawai Pemkab Sumedang di lokasi penyambutan di halaman Gedung Negara Sumedang, Kamis, petang.
Soal mengiringi pelantikan, Alfitra mengaku bangga dengan ayahnya. Terlebih dia teringat melihat langsung bagaimana masa kampanye dilalui oleh ayah dan ibunya.
"Pastinya bangga dan bersyukur kepada Tuhan Yang Mahaesa atas dilantikanya ayah saya jadi bupati di periode kedua,"
"Berharap semoga bisa menjalankan tugas dengan baik, ini amanah dari masyarakat harus kembali ke masyarakat," katanya seraya menyebut dia melihat di layar lebar saja di lokasi pelantikan di Jakarta.
Baca juga: Dony Ahmad Munir-Fajar Resmi Dilantik Presiden Prabowo, Janji Sejahterakan Masyarakat Sumedang
Sebuah kutipan berkata, "yang membuat bangga anak kepada ayahnya adalah kejayaannya. Sementara yang membuat ayah bangga akan anaknya adalah perangai yang baik".
Alfitra juga demikian, dia bangga dengan ayahnya. Karenanya, dia selalu ingat apa yang dipesankan sang ayah, Dony Ahmad Munir kepadanya.
"Harus selalu taat kepada ayah, ibu, dan agama. Jangan sampai di jalan yang salah, jangan tinggalkan salat, jangan bohong, jujur, jangan membantah," katanya.
Yang paling berkesan dari Pilkada tahun 2024 kemarin adalah dia sudah melek politik dan melihat langsung bagaimana kampanye dilakukan.
"Kampamye kayak yang paling diinget, melihat sendiri perjuangan ayah gimana, harus turun ke masyarakat menyapa warga, setiap hari tanpa henti terus berkampanye,"
"Semoga masyarakat bisa terus mendukung ayah saya di periode kedua ini dan tentunya kalau ada masukan bisa disampaikan, dan kebijakan bisa dikritik dengan baik, dan nanti didengar baik-baik apa solusinya," katanya.
Baca juga: Dilantik di Jakarta, Dony-Fajar Akan Disambut di Gedung Negara Sumedang, Ada Santunan Anak Yatim
Dulu, kalau mendengar ayahnya dikritik, Alfitra sering jengkel dan merasa marah. Tapi setelah mengerti, Alfitra merasakan juga bagaimana ada di posisi rakyat.
"Kalau pas SD sakit hati (dengar kritik untuk Dony), sekarang sudah terbiasa, kalau saya ada di masyarakat juga mengeluh kalau ada kebijakan kurang. Jadi ya gapapa kalau sekarang bilang ada yang kritik," katanya. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Alfitra-Ramdani-Munir-11111.jpg)