Selasa, 14 April 2026

Bey Machmudin Dorong Perusahaan Kargo Buka Gudang di Bandara Kertajati Majalengka

Dikatakan Bey, biaya pengiriman kargo untuk para pelaku UMKM akan lebih terjangkau jika dilakukan dari Bandara Kertajati.

Pemprov Jabar / Arsip
KARGO - Pesawat kargo yang mengangkut 900 ekor domba dari Australia saat mendarat di BIJB Kertajati, Kecamatan Kertajati, Selasa (28/1/2025) lalu. Pj Gubernur Jabar meminta agar pelaku usaha logistik membuka kargo di BIJB. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin mendorong agar pelaku usaha logistik membuka kargo di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. 

Hal itu diungkapkan Bey, saat hadir dalam acara kerja sama antara Ninja Xpress bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jabar, di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (13/2/2025). 

Dikatakan Bey, biaya pengiriman kargo untuk para pelaku UMKM akan lebih terjangkau jika dilakukan dari Bandara Kertajati.

"Semua cara kita lakukan untuk mendorong Kertajati supaya hidup, harusnya kalau di Jabar dikumpulkan (pengiriman) kargo pasti banyak, harusnya bisa di Kertajati, dibandingkan dikirim ke Halim Perdanakusuma. Misalnya, untuk yang di daerah Ciayumajakuning, harusnya kan di Kertajati," ujar Bey. 

Sementara itu, Andi Djoewarsa, Chief of Marketing Ninja Xpress mengatakan, bukan tidak mungkin ke depan akan membuka gudang kargo di Bandara Kertajati.

"Sebenarnya kalau misalnya ternyata ini (Kerjasama) sukses, pengirimannya banyak, ya bukan tidak mungkin kita menambah itu, karena gak mungkinlah mau buka gudang kosong," ujar Andi. 

Setelah kerja sama ini, pihaknya mengaku akan memaksimalkan pengiriman produk UMKM di Jabar keluar negeri dengan layanan terbarunya. 

"Jadi kita ingin memastikan bahwa ini berjalan, kerjasama dengan Disduk lebih baik, pengiriman tambah banyak, kenapa tidak buka saja," katanya. 

Menurutnya, Jabar merupakan daerah nomor dua dengan jumlah UMKM terbanyak. Dari jumlah tersebut, hampir 35 sampai 40 persen menjual fashion dan F&B. 

"Jadi, secara karakteristik profil UMKM kita juga ini kayaknya paling cocok di sini dan memang dibandingkan tempat lain di sini itu jauh lebih cepat perkembangan UKM-nya," ucapnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya pun memberikan fasilitas-fasilitas pengiriman ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Sebab, kata dia, salah satu tantangan yang dihadapi UMKM saat ini adalah masalah pengiriman ke luar negeri.

"Hari ini kita memberikan solusi untuk segala macam tantangan itu, sehingga pengiriman mereka Keluar negeri jadi lebih praktis dan ekonomis," katanya. 

Pihaknya pun memberikan subsidi ongkos kirim seberat 30kg gratis untuk tiga kali pengiriman pertama.

"Jadi, pada saat mereka sudah tahu dan merasakan bahwa ternyata caranya begini lebih murah dan lebih mudah. Mudah-mudahan akan diteruskan pemakaian dan diceritakan ke teman-teman yang lain," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved