Minggu, 17 Mei 2026

Pedagang di Sekitar PT Changsin Karawang Bisa Berjualan Lagi, Perusahaan Melunak Mau Buka Gerbang

Gerbang belakang PT Changsin Indonesia menjadi ladang penghasilan untuk ratusan pedagang dan juga menjadi akses jalan masyarakat setempat.

Tayang:
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
PIMPIN MEDIASI - Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama muspida memimpin mediasi warga untuk membuka kembali gerbang belakang PT Changsin Indonesia Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Rabu (12/2/2025). Gerbang itu sebelumnya ditutup pihak perusahaan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, bersama muspida memimpin mediasi warga untuk membuka kembali gerbang belakang PT Changsin Indonesia Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Gerbang itu sebelumnya ditutup pihak perusahaan.

Gerbang belakang PT Changsin Indonesia menjadi ladang penghasilan untuk ratusan pedagang dan juga menjadi akses jalan masyarakat setempat.

Saat ditutup memicu aksi unjuk rasa dari warga dan para pedagang.

Mereka meminta pembukaan kembali gerbang itu karena saat ditutup mengakibatkan perekonomian mereka lumpuh.

Baca juga: Lihat 3 Laga Terakhir, Bobotoh Karawang Ini Yakin Persib Bandung Bakal Ungguli Persija: Menang 2 - 0

"Alhamdulillah tadi setelah berunding dengan pihak manajemen PT Changsin, akhirnya disepakati akan dibuka kembali gerbangnya," kata Aep Syaepuloh, Rabu (12/2/2025).

Aep mengatakan, akses jalan dari gerbang belakang tersebut diperuntukkan bagi publik. Sehingga, bisa dimanfaatkan untuk aktivitas serta mobilitas masyarakat.

Para pedagang boleh berjualan lagi, namun harus memenuhi aspek menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban.

Aep juga menegaskan  kepala desa ataupun pihak manapun, dilarang mengganggu aktivitas perdagangan.

Baca juga: UPDATE Kondisi Siswa SMK Mandala Rengasdengklok Karawang Korban Kecelakaan Truk Nyungsep ke Parit

"Selain aktivitas perdagangan, kegiatan usaha lain juga menjadi terganggu. Di antaranya adalah usaha kontrakan, usaha penitipan sepeda motor, dan usaha lainnya. Setelah ditutup, akses karyawan juga menjadi sulit. Keluhan bukan hanya datang dari pedagang dan masyarakat, namun juga dari karyawan PT Changsin itu sendiri," kata dia.

Aksi protes masyarakat sudah berlangsung sejak Oktober 2024. Namun akhirnya perjuangan warga dan pedagang terealisasi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved