Berita Viral

Viral, Penampakan Antrean Warga Mengular Demi Beli Gas LPG 3 Kg Rela Hujan-hujanan, Warganet Miris

Sebuah video penampakan aksi warga antre mengular demi membeli gas LPG 3 Kilogram hingga rela hujan-hujanan, viral di media sosial, warganet miris

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Instagram @undercover.id/TikTok mimi.risoles
ANTREAN WARGA BELI GAS LPG 3 KG: Kolase foto video penampakan warga antre membeli gas LPG 3 Kg rela hujan-hujanan di depan Masjid Agung Taqwa di Aceh Tenggara, (6/12/2024) hingga viral di media sosial dan jadi sorotan warganet 

TRIBUNJABAR.ID - Sebuah video aksi warga antre mengular demi membeli gas LPG 3 Kilogram (Kg), viral di media sosial.

Video tersebut disorot karena warga yang antre rela hujan-hujanan hingga membuat warganet miris dan prihatin.

Belakangan ini masalah gas LPG 3 Kg disebut-sebut langka tengah jadi sorotan masyarakat.

Hal itu menyusul kebijakan pemerintah soal gas LPG 3 Kg yang hanya dipasok ke pangkalan gas resmi Pertamina.

Pengecer seperti toko atau warung kelontong tidak diperbolehkan menjual gas LPG 3 Kg tersebut.

Baca juga: Daftar Harga LPG 5,5 dan 12 Kg Terbaru Februari 2025 di Seluruh Indonesia, di Jabar Mulai Rp90 Ribu

Akibat kebijakan tersebut kini terjadi membuat kelangkaan gas hingga antrean warga membeli gas LPG 3 Kg hampir di setiap wilayah.

Seperti yang beredar dalam video viral antrean warga mengular membeli gas LPG 3 Kg ini hingga rela hujan-hujanan.

Video tersebut viral dibagikan akun Instagram @undercover.id, dikutip Tribunjabar.id, Selasa (4/2/2025).

Dalam video tersebut memperlihatkan penampakan warga antre membeli gas LPG 3 Kg di samping jalan.

Para warga itu rela mengantre hingga mengular di sepanjang jalan di depan sebuah masjid besar.

Mirisnya, mereka mengantre meski sambil kehujanan.

Beberapa warga tak menggunakan payung hingga basah kuyup.

Mereka berusaha tertib demi bisa membeli gas LPG 3 Kg tersebut yang tampak tersedia di sebuah truk Pertamina.

Setelah ditelusuri, video antrean warga membeli gas LPG 3 Kg itu terjadi pada Jumat 6 Desember 2024 lalu diunggah akun TikTok @mimi.risoles.

Momen warga antre membeli gas LPG 3 Kg itu terjadi depan di Masjid Agung Taqwa, Kutacane, Aceh Tenggara.

Dalam keterangan pengunggah disebutkan antrean itu terjadi karena adanya operasi pasar kelangkaan gas LPG 3 Kg.

Kini, video antrean warga beli gas LPG 3 kg hingga kehujanan itu menjadi sorotan dan reaksi dari warganet.

Tak sedikit warganet mengaku merasa miris dan prihatin atas kondisi yang kini sedang terjadi di masyarakat.

Baca juga: Sosok Nenek Yonih Meninggal Usai Antre Beli Elpiji 3 Kg, Kerja Keras Cari Tambahan Uang Demi Umrah

Berikut beragam komentar warganet.

“Setelah 2 tahun lalu antri minyak goreng...sekarang antei gas...dua bahan yg sebenernya cukup melimpah di negri ini”

“Mensejahterakan rakyat (x) Menyesengsarakan rakyat (v)”

“Menutupi kasus pagar laud kah”

“motonya oke GASSSSS dah jadi dilantik malah NYARI GASSSS..NYARI GASSSSSS”

“Udah ditolong distribusinya sama pengecer malah disuruh langsung dari agen. Per desa aja belum tentu ada 1 agennya”

“beli gas 12.700 langsung sakit kehujanan
berobat ke klinik 120.000,” tulis beragam komentar warganet.

Warga Meninggal Setelah Antre Beli Gas LPG 3 Kg

Polemik gas elpiji 3 Kg langka hingga warga antre ternyata memakan korban jiwa.

Seorang ibu rumah tangga Yonih (62) di Tangerang Selatan meninggal dunia saat antre gas elpiji 3 kilogram (Kg).

Yonih meninggal dunia diduga stres dan letih setelah mengantre elpiji 3 Kg.

Keletihan dan stres terlalu lama mengantre diduga menjadi penyebab utamanya Yonih meninggal dunia.

"Almarhum antre gas di salah satu toko penjual gas 3 kg yang tidak jauh dari lokasi rumahnya. Perkiraan 500 meter dari rumahnya, kecapekan sepertinya," ujar Saeful, Ketua RT 001 RW 007 Pamulang Barat, Pamulang, Tangsel, Senin, 3 Februari 2025 . 

Saeful bertutur, faktor keletihan almarhum diduga karena saat mengantre gas melon.

Al kisah, setelah mendapatkan gas 3 kg, Ibu Yonih pulang. 

Baru saja beberapa langkah meninggalkan tempat antrean sambil menenteng 2 tabung gas elpiji 3 kilogram, Yonih merasa tak kuat lagi jalan.

Ia pun menepi untuk sekedar duduk dan melepas lelah setelah keletihan antre gas elpiji .  

"Jadi almarhumah ini sudah membawa dua tabung gas 3 kg dan hendak pulang. Enggak jauh dari toko, almarhumah tiba-tiba istirahat karena kelelahan di depan toko laundry dan langsung pucat mukanya. Oleh warga yang mengenal almarhumah kemudian menelepon keluarganya untuk dijemput," tutur Saeful.

Saeful membeberkan, oleh keluarga korban pun dibawa ke rumah sakit terdekat.

Tapi takdir berkata lain. Ibu Yonih menghembuskan napas terakhir.

Pihak bergegas mengurus jenazah ke rumah kediaman lalu memakamkan almarhumah Ibu Yonih.

"Almarhumah kesehariannya membuka warung makanan, seperti nasi uduk dan lainnya. Almarhumah memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Sudah dimakamkan," imbuh Saeful, seperti dikutip Tribun Tangerang.

Sebagian artikel ini diolah dari Tribuntrends.com 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved