Dinkes Kota Bandung Bersiap Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi yang Ultah, Butuh 480 Petugas
Pemeriksaan kesehatan gratis nantinya akan dilaksanakan di 80 Puskesmas, sedangkan Dinas Kesehatan sendiri membutuhkan enam SDM untuk satu Puskesmas
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan Kota Bandung, membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) terutama tenaga kesehatan untuk melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang berulang tahun.
Pasalnya, pemeriksaan kesehatan gratis itu nantinya akan dilaksanakan di 80 Puskesmas, sedangkan Dinas Kesehatan sendiri membutuhkan enam SDM untuk satu Puskesmas. Sehingga jika pelayanan itu dibuka di 80 Puskesmas, maka harus ada 480 SDM yang disiapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, SDM masih menjadi tantangan untuk program PKG ini karena berdasarkan simulasi, satu puskesmas harus ada lima orang tenaga kesehatan dan IT yang berjaga.
"Simulasi sekarang minimal lima orang yang harus siap ada dokter, perawat, tenaga IT untuk input data, mungkin nanti IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) ada bidan dan seterusnya," ujarnya saat ditemui di Puskesmas Sukahaji, Senin (3/2/2025).
Menurutnya, dalam pemeriksaan kesehatan gratis itu tantangan terbesarnya ada kesiapan SDM, tetapi sejauh ini pihaknya belum bisa mengukur berapa banyak kebutuhan SDM untuk melaksanakan program Presiden Prabowo Subianto itu.
Untuk saat ini, pihaknya akan melihat terlebih dahulu animo masyarakat dalam memanfaatkan program ini, namun jika nantinya banyak warga yang memanfaatkan program ini perlu ada penambahan SDM.
"Misal masyarakat sudah paham semua yang ulang tahun datang, berarti ada sekitar 1,6 juta warga Bandung yang akan datang ke puskesmas dan nantinya ada fasilitas kesehatan swasta. Jelas kami butuh SDM yang memadai," kata Anhar.
Sementara, untuk fasilitas kesehatan milik swasta yang bekerjasama dengan BPJS saat ini belum dilibatkan. Namun, Dinas Kesehatan Kota Bandung bisa mensiasati kekurang ini dengan berbagai langkah.
Salah satunya akan melihat dari 80 puskesmas, mana saja yang ramai dan yang masih sepi dalam satu pekan ke depan, kemudian puskesmas yang ramai, nantinya akan diberikan SDM tambahan dari beberapa puskesmas lainnya.
Selain itu, nantinya juga akan ada penambahan waktu pelayanan dari yang sekarang hanya Selasa dan Jumat, nantinya akan bertambah.
"Saat ini kami memang menyiasati seperti itu. Tentu tidak berharap sepi. Tujuannya biar semua orang di periksa. Kami ukur nanti mana puskesmas yang banyak didatangi saat ulang tahun dan mana yang sedikit, kalau banyak kita tambah hari," ucapnya.
Sementara terkait ketersediaan alat, kata Anhar, sampai saat ini Kemenkes masih belum memberikan beberapa alat yang telah diusulkan Puskesmas sejak Januari 2025. Tetapi, ada beberapa alat dari pemerintah pusat yang kini bisa digunakan untuk program ini.
"Misalnya strip gula darah kebutuhan satu juta sisa tahun kemarin ada 300 ribu kekurangan 700 ribu. Jadi itu sudah kami ajukan. Saya belum bisa Estimasi berapa lama (alatnya) tapi kami rasa cukup ketersediaan tahun kemarin," kata Anhar.
Tiga Hal Jadi Perhatian Utama Pemkot Bandung Usai Demo Anarkis Sebabkan 4 Bangunan Terbakar |
![]() |
---|
Langkah Pemkot Bandung Usai Demo Anarkis di DPRD Jabar: 30 Kecamatan Siaga |
![]() |
---|
Ketua DPRD Kota Bandung Irit Bicara Soal Pencabutan Tunjangan, Klaim Sudah Dilakukan Sejak Awal |
![]() |
---|
Perbaikan Infrastruktur Imbas Demo di DPRD Jabar Butuh Tiga Pekan, Farhan Ungkap Upaya Pemulihan |
![]() |
---|
Besok Senin, Sekolah di Bandung yang Ada di Sekitar Titik Rawan Demo Diizinkan Lakukan PJJ |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.