Jumat, 1 Mei 2026

Pelantikan Kepala Daerah Diundur, Bupati Karawang Terpilih: Sabar, Ada Waktunya

Aep menyebut, ada sejumlah kepala daerah terpilih yang masuk sengketa Pilkada akan diputuskan oleh Mahkamah Kontitusi hingga tanggal 10 Februari 2025

Tayang:
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
DITUNDA: Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, membagikan paket makanan di SDN Anggadita II, Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/11/2024). Bupati Karawang terpilih Aep Syaepuloh mengaku tak masalah dengan diundurnya rencana pelantikan yang semula akan diselenggarakan pada 6 Februari 2025 diundur. 

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Bupati Karawang terpilih Aep Syaepuloh mengaku tak masalah dengan diundurnya rencana pelantikan yang semula akan diselenggarakan pada 6 Februari 2025 diundur.

"Menurut saya enggak apa-apa, saya masih bupati. Cuma memang tadinya mau pergi dilantik tapi enggak jadi, sabar. Nanti juga ada waktunya," kata Aep, Sabtu (1/2/2025).

Aep mengaku, menunggu hasil dari keputusan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negri (Kemendagri) soal jadwal pelantikan.

Aep menyebut, ada sejumlah kepala daerah terpilih yang masuk sengketa Pilkada akan diputuskan oleh Mahkamah Kontitusi hingga tanggal 10 Februari 2025.

"Mungkin Pak Presiden ingin pelantikan dilakukan secara serentak," kata dia.

Aep mengaku, pengunduran rencana pelantikan itu tak membuatnya repot. Pasalnya, tak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan oleh dirinya.

"Enggak ada persiapan khusus, baju saja masih menggunakan yang lama," kata dia.

Aep menyebutkan, nantinya seluruh kepala daerah yang dilantik alan melakukan retreat Bersama presiden ke Magelang.

Baik itu Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota, serta Gubernur dan Wakil Gubernur.

Seperti diketahui, Aep Syaepuloh dan pasangannya Maslani menjadi pemenang Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Karawang 2024, setelah melalui kontestasi dengan pesaingnya Acep Jamhuri-Gina Fadlia Swara.

Kemudian rencananya Aep-Maslani akan ikut dalam pelantikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah kepala daerah terpilih lainnya yang non sengketa Pilkada pada tanggal 6 Februari 2025.

Mendekati hari pelantikan, Presiden Prabowo Subianto meminta untuk mengundurkan pelantikan, dengan alasan efisiensi penganggaran sehingga bisa disatukan dengan sejumlah kepala daerah terpilih yang masih bersengketa Pilkada 2024. (Cikwan Suwandi)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved