Minggu, 10 Mei 2026

Momen 90 Tahun & Isra Miraj, Al Ittihadiyah Bertekad Cetak Pemimpin Melalui Pengembangan Masjid

Organisasi Islam Al Ittihadiyah menggelar kegiatan rapat kerja nasional dan milad ke- 90 tahun di Kota Bandung, Senin (27/1/2025).

Tayang:
Tribun Jabar/ Muhammad Nandri Prilatama
Organisasi Islam Al Ittihadiyah menggelar kegiatan rapat kerja nasional dan milad ke- 90 tahun di Kota Bandung, Senin (27/1/2025). Hadir secara langsung Ketua Umum Al Ittihadiyah, KH Nuruzzaman dan Sekjen MUI, Buya Amirsyah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Organisasi Islam Al Ittihadiyah menggelar kegiatan rapat kerja nasional dan milad ke- 90 tahun di Kota Bandung, Senin (27/1/2025). Hadir secara langsung Ketua Umum Al Ittihadiyah, KH Nuruzzaman dan Sekjen MUI, Buya Amirsyah.

KH Nuruzzaman mengatakan bahwa Al Ittihadiyah sudah berdiri 90 tahun dan kali ini bertepatan peringatan Isra Miraj.

Menurutnya, Al Ittihadiyah akan melakukan gerakan untuk para pemuda atau pelajar dari kampus-kampus guna mempersiapkan menjadi calon pemimpin ketika usia mereka mumpuni di Indonesia Emas melalui pengembangan masjid di seluruh Indonesia.

Baca juga: Gabung Borussia Monchengladbach, Kevin Diks Jadi Rekan Baru Pemain yang Sempat Gilas Skuad Garuda

"Jadi, kami akan lakukan kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh masjid dan kami siapkan anak-anak muda di seluruh pelosok negeri. Insya Allah nanti kami akan bersilaturahim ke masjid-masjid serta bergerak dan membuat yang namanya kawasan industri berbasis masjid. Kawasan industri ini akan hadir usaha-usaha dari kaum muda yang kemudian holdingnya ialah koperasi masjid," Nuruzzaman.

KH Nuruzzaman mengaku pihaknya sudah berdialog dengan Menteri Koperasi agar bisa bergerak di sektor industri yang nyata dan bukan lagi koperasi yang hanya melakukan simpan pinjam.

"Karena, saatnya sekarang kami akan berusaha memberikan lapangan kerja yang nyata dari hulu ke hilir secara komprehensif pada kawasan masjid yang sekarang setiap masjid tak memiliki teritori dengan batas pagar tapi sudah menembus batas hingga kecamatan, kabupaten, dan provinsi," katanya.

Dia pun menilai sedikit sekali masjid yang memiliki remaja masjid dengan kondisi yang ada dengan tekanan yang ada pada kondisi, seperti saat ini dengan kondisi banyak sekali generasi strawberry dan itu dikeluhkan oleh para pengurus masjid menjadi partner.

"Tentu kami terus menghormati kearifan dari pengurus masjid yang sudah sepuh dan kami harap nanti mereka bisa bergerak cepat. Nanti, pengurus-pengurus kami yang ada di DPW dan DPD itu akan menjembatani silaturahim anak-anak muda ke masjid-masjid itu," katanya.

Baca juga: Ajaib, Satpam Selamat dari Kecelakaan Maut di Jatinangor Sumedang, Lompat Sedetik sebelum Tertabrak

 Anak-anak muda yang akan dibawa ke masjid ialah mereka yang mempunyai kapasitas digital yang dibutuhkan saat ini, karena itu hanya ada pada kaum muda dan tak ada di kaum kolonial, seperti lansia.

"Nah, rakernas saat ini membahas tentang pedoman organisasi, merapikan organisasi, dan pilar sosial dakwah hingga pilar ekonomi dan kaderisasi," ujarnya.

Dalam kesempatan ini pun para pemuda (pelajar/mahasiswa), menurut Hanan Abdullah selaku Ketua Gerakan Pemuda dan pelajar Al Ittihadiyah, berikrar sebagai garda muda, barisan muda dan muslimat Al Ittihadiyah bersiap membangun progresivitas kaderisasi pemuda melalui sekolah kepemimpinan latihan bela negara, pengembangan komunitas muda yang berkolaborasi dengan masjid seluruh Indonesia. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved