Sabtu, 18 April 2026

Nelayan di Pangandaran Pilih Libur Ketimbang Ambil Risiko Terjang Gelombang 3 Meter, Sudah Seminggu

Nelayan di perairan Pangandaran, Jawa Barat, berhenti melaut imbas gelombang tinggi yang terjadi dalam seminggu ini.

Penulis: Padna | Editor: Giri
Tribun Jabar/Padna
Perahu nelayan Terparkir di Muara Nusawiru, Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Nelayan di Pangandaran memilih libur melaut akibat cuaca buruk.  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Nelayan di perairan Pangandaran, Jawa Barat, berhenti melaut imbas gelombang tinggi yang terjadi dalam seminggu ini.

"Ketinggian gelombang itu mencapai dua setengah hingga tiga meter di laut lepas," ujar tokoh nelayan di Pantai Timur sekaligus Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, kapda Tribun Jabar, Rabu (22/1/2025) pagi.

Laut lepas itu berdekatan dengan Samudera Hindia. Jadi, imbasnya ke para nelayan di pesisir Pangandaran 

"Jadi, perahu-perahu besar nelayan banyak terparkir tidak beraktivitas karena sudah seminggu cuaca buruk," katanya.

Akibat cuaca buruk itu, sebagian besar nelayan atau nyaris 80 persen memilih untuk libur melaut.

Baca juga: Pria Asal Kebumen Ditangkap Polisi di Pangandaran Setelah Tawarkan Mesin Perahu dengan Harga Murah

"Nelayan yang berangkat paling 20 persenan lah," ucap Sakio.

Sesuai informasi dari BMKG, cuaca buruk akan berlangsung 25 Januari 2025. 

"Jadi, sampai tanggal 25 (Januari) mereka libur dulu. Tapi ada juga yang memaksakan diri untuk berangkat melaut," ujarnya.

Baca juga: Maling Gentayangan di Kawasan Wisata Pangandaran pada Siang Bolong, PHRI Minta APH Kerja Optimal

Meskipun demikian, tidak ada kejadian laka laut yang menimpa nelayan saat cuaca buruk di laut lepas Pangandaran.

"Karena memang ketika ada angin barat, pasti pulang. Jadi, zona tangkapnya juga tidak terlalu jauh," kata Sakio. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved