Harga Cabai di Sukabumi Semakin Pedas, Naik Rp 5 Ribu Per Kilogramnya
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai merah besar TW naik sebesar Rp 5000 per kilogram dari harga sebelumnya.
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Komoditas cabai di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengalami perubahan harga yang cukup signifikan pada awal tahun 2025 ini.
Terdapat tiga jenis cabai yang harganya naik cukup signifikan sejak dua minggu lalu.
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M Rifki mengatakan, berdasarkan pemantauan harga dari pasar tradisional, seperti pasar Tipar Gede dan pasar Pelita bebera jenis cabai mengalami kenaikan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai merah besar TW naik sebesar Rp 5.000 per kilogram dari harga sebelumnya.
"Harga cabai ini naik dari Rp 60.000 per kilogram menjadi Rp 65.000 per kilogram," ujarnya, Rabu (15/01/2025).
Kenaikan harga serupa juga terjadi pada cabai hijau besar yang mengalami peningkatan sebesar Rp 3.000 per kilogramnya.
"Untuk harga cabai hijau besar juga naik, awalnya itu Rp 32.000 per kilogram menjadi Rp 35.000," tutur Rifki.
Kemudian kenaikan harga cabai keriting merah juga tercatat, semula Rp 55.000 per kilogram menjadi Rp 60.000 per kilogram.
"Cabai merah juga sama melonjak sekitar Rp 5000, dari harga awal Rp 55.000 per kilogramnya," kata Rifki.
Rifki menjelaskan, salah satu penyebab meningkatnya harga cabai merah besar, cabai hijau besar, dan cabai keriting merah oleh beberapa faktor.
"Faktor kenaikan ini kondisi cuaca yang tidak menentu dan biaya distribusi yang semakin tinggi," jelasnya.
Komoditas cabai juga kata Rifki tidak semuanya mengalami kenaikan. Seperti halnya Cabai keriting hijau, yang sebelumnya dihargai Rp 35.000 per kilogram, kini mengalami penurunan harga menjadi Rp 30.000 per kilogram.
"Penurunan harga cabai keriting hijau dapat dipengaruhi oleh hasil panen yang lebih melimpah di para petani atau perubahan pola permintaan pasar," tutup Rifki.
| Perempuan Muda Pengendara Motor Jadi Korban Tabrak Lari di Sukabumi, Pelaku Sempat Berhenti |
|
|---|
| Puncak Peringatan HPN, Wabup Sukabumi Minta Pers Terus Mengawal Proses Pembangunan di Sukabumi |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Bikin Bayar Pajak Kendaraan Lebih Gampang, Samsat di Sukabumi Masih Terlihat Sepi |
|
|---|
| Ambulans Adu Banteng dengan Pikap di Sukabumi gara-gara Pemotor Lawan Arah, 3 Luka |
|
|---|
| Bupati Minta Pelajar Peraih Beasiswa Darmabaktikan Ilmu Untuk Kemajuan Sukabumi |
|
|---|
