Sabtu, 11 April 2026

Sepanjang 2024, BMKG Catat Ada 1.321 Kali Gempa Bumi di Jabar dan Sekitarnya

BMKG stasiun Geofisika Bandung mencatatkan ada 1.321 kali gempa bumi telah mengguncang Jabar dan sekitarnya sepanjang 2024. 

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/ Padna
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BMKG stasiun Geofisika Bandung mencatatkan ada 1.321 kali gempa bumi telah mengguncang Jabar dan sekitarnya sepanjang 2024. 

Berdasarkan kedalaman hiposenternya, Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu menyebut gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal (D<60>300 km) sebanyak empat kejadian dengan rentang 2 km hingga 349 km.

"Untuk magnitudo, gempa bumi terbesar tercatat 6,5 dan magnitudo terkecil 1,1. Lalu, berdasarkan letak hiposenternya, 806 kejadian gempa bumi terjadi di laut dan sebagian besar tersebar di selatan Pulau Jawa.

"Sebagai akibat dari aktivitas sesar aktif dasar laut, dan sebagian lagi diakibatkan adanya subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia," katanya, Rabu (1/1/2025). 

Sedangkan 407 gempa bumi terjadi di darat dengan kedalaman dangkal sebagai aktivitas sesar lokal dan 108 gempa bumi lainnya terjadi juga di darat, namun diakibatkan adanya aktivitas dalam lempeng tektonik Indo-Australia.

Sepanjang 2024, kata Rahayu, terdapat 113 kali gempa bumi yang dirasakan, salah satu kejadian gempa bumi dirasakan tersebut terjadi pada 27 April 2024 pukul 23:29:47 WIB, yang berpusat 8.39 LS dan 107.11 BT pada kedalaman 70 Km. 

Baca juga: GEMPA Bumi Terkini Berkekuatan Magnitudo 4,1 Terjadi di Pangandaran Tapi Warga Tidak Rasakan Getaran

Gempa bumi berkekuatan M6.2 ini dirasakan di Sukabumi dan Tasikmalaya IV MMI, Bandung dan Garut III-IV, Tangerang, Tangsel, Bogor, DKI Jakarta, Kebumen, Banyumas, Cilacap, dan Purwokerto III MMI, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, Malang II MMI.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa barat atau populer disebut sebagai gempa dalam lempeng ( intra-slab earthquake ). 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," katanya

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa bumi," ujarnya.(*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved