Tahun Baru 2025

Perayaan Tahun Baru Bikin Pedagang Terompet di Kota Bandung Tersenyum

Pedagang terompet di Kota Bandung menjamur pada momen menjelang perayaan tahun baru. Mereka terlihat di trotoar, taman, hingga persimpangan jalan.

Penulis: Nappisah | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nappisah
Satu lapak yang menjual terompet di Pasar Kosambi, Bandung, Selasa (31/12/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pedagang terompet di Kota Bandung menjamur pada momen menjelang perayaan tahun baru. Mereka terlihat di trotoar, taman, hingga persimpangan jalan.

Fenomena ini menjadi pemandangan yang khas setiap akhir tahun, di mana terompet menjadi salah satu barang yang identik dengan perayaan menyambut tahun baru.

Mereka biasanya menggelar lapak kecil yang terbuat dari kain atau plastik, memajang terompet dengan harga yang terjangkau, agar bisa dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Pedagang menawarkan berbagai macam terompet dengan harga yang bervariasi. Ada yang bentuknya sederhana hingga yang berwarna cerah dan memiliki berbagai motif dibanderol Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu. 

Yudi (55), seorang penjual terompet mengatakan, di balik keberadaan pedagang ini, ada juga tantangan yang dihadapi. Beberapa pedagang harus berhadapan dengan petugas penertiban yang melakukan razia di sejumlah titik. 

Baca juga: GIF Gambar Bergerak Ucapan Selamat Tahun Baru 2025, Download Lalu Bagikan di Chat dan Grup WhatsApp

"Ya, harus tahu tempat jualannya, takutnya nanti ditertibkan, harus pindah lapak lagi," ujar Yudi kepada Tribunjabar.id, Selasa (31/12/2024). 

Meski demikian, pedagang terompet tetap menjajakan dagangannya dengan semangat, berharap bisa meraup keuntungan di musim perayaan ini. 

Yudi menyebut, suara yang ditimbulkan terompet yang dijualnya bernada tinggi, juga nyaring. Meskipun berbeda-beda dalam kekuatan dan panjang bunyinya, suara terompet ini bisa menambah semarak malam pergantian tahun.

Warga asal Garut ini telah berjualan terompet sejak dua minggu yang lalu. Dia mengambil barang dari rekan sesama pedagang di Kota Bandung. Selain berjualan terompet, Yudi berjualan buah di Pasar Kosambi. 

Baca juga: Jelang Malam Tahun Baru, Jalur Puncak-Cianjur Masih Normal, Akan Ada Penutupan pada Pukul 21.00

"Setiap tahun selalu jualan. Tahun ini stoknya puluhan, baru terjual sekitar 60 persen. Sebetulnya selain terompet dulu jualan juga kembang api, petasan, di sana untungnya lumayan besar. Tapi sekarang dikurangi karena sempat ada larangan," kata Yudi. 

Pedagang terompet lainnya, Ita Siti Nuraeni (42), mengaku sangat bersyukur dengan lonjakan pembeli yang datang menjelang malam pergantian tahun. 

“Ini memang peluang besar bagi kami pedagang kecil. Biasanya, setiap malam tahun baru, terompet laku keras, terutama menjelang detik-detik pergantian tahun,” ujar dia.

Siti menyebutkan, omzet menjelang akhir tahun bisa berlipat ganda dibandingkan hari biasa. (*)
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved