Minggu, 12 April 2026

4 Terduga Teroris Ditangkap di Majalengka, Wakil Ketua DPRD Imbau Masyarakat Lebih Waspada

Densus 88 Antiteror Polri mengamankan empat terduga teroris di wilayah Kabupaten Majalengka pada akhir pekan lalu.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Juhana Zulfan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Densus 88 Antiteror Polri mengamankan empat terduga teroris di wilayah Kabupaten Majalengka pada akhir pekan lalu.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Juhana Zulfan, mengimbau seluruh elemen masyarakat Kabupaten Majalengka untuk lebih mewaspadai tentang bahaya terorisme.

Selain itu, menurut dia, seluruh aparat penegak hukum juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaannya untuk mengantisipasi aksi teror, khususnya di momen pergantian tahun.

Baca juga: Densus 88 Temukan Barang Bukti Teroris di Sukabumi: Senjata Api hingga Buku Terorisme

"Seluruh stakeholder terkait harus meningkatkan deteksi dini, sehingga kondusivitas Majelengka pada malam pergantian tahun tetap terkendali," ujar Juhana Zulfan saat ditemui di DPRD Kabupaten Majalengka, Jalan KH Abdul Halim, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (31/12/2024).

Ia mengatakan, upaya semacam itu untuk memastikan masyarakat Kabupaten Majalengka dapat beraktivitas secara aman dan nyaman pada momen pergantian tahun.

Pihaknya mengakui, sempat terkejut ketika mendapat informasi mengenai penangkapan empat terduga teroris di wilayah Kabupaten Majalengka beberapa waktu lalu.

Pasalnya, Majalengka merupakan salah satu daerah yang penduduknya tergolong memiliki keyakinan keagamaan yang kuat, sehingga tak menyangka terdapat warga yang diduga terlibat terorisme.

"Tugas diteksi dini terhadap terorisme secara khusus menjadi kewenangan intelejen dan aparat penegak hukum, sehingga jika apabila terjadi kasus terorisme maka itu sama saja kelengahan intelejennya," kata Juhana Zulfan.

Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap di Tasikmalaya Berkeluarga di Sukabumi, Bekerja Sebagai Teknisi

Juhana menyampaikan, salah satu dampak terorisme di suatu daerah berpotensi mengancam keselamatan masyaralat, menciptakan rasa ketakutan, dan merusak tatanan kehidupan sosial budaya hingga ekonomi.

Ketua DPC PKB Kabupaten Majalengka itu pun mengakui, kemunculan ideologi radkalisme bakal meningkatkan kehawatiran, ketakutan, dan ketegangan dalam tatanan masyarakat.

"Saat ini, banyak masyarakat yang belum memahami dan menyadari tentang bahaya terorisme, sehingga pentingnya deteksi ini untuk mencegahnya," ujar Juhana Zulfan.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved