Selasa, 5 Mei 2026

Kolong Flyover Pasupati Bakal Ditata dan Dibangun Taman, Warung dan Rumah Warga Dipindah ke Mana?

pembangunan taman dan fasilitas publik di Flyover Pasupati ini akan menggunakan kombinasi dana dari APBD dan CSR.

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Jalan layang non tol Pasupati atau Flyover Pasupati. Pemkot Bandung akan menata kolong Flyover Mochtar Kusumaatmadja. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penataan kawasan di kolong Flyover Mochtar Kusumaatmadja. atau Flyover Pasupati Kota Bandung, mendapat dukungan dari Pemprov Jabar karena nantinya kawasan tersebut akan lebih baik dan tertata dibandingkan sebelumnya. 

Seperti diketahui, dalam penataan kawasan ini nantinya akan dibangun beberapa fasilitas publik agar menjadi ruang publik yang ramah lingkungan dan warga yang tinggal di kawasan kolong Flyover Kusumaatmadja akan direlokasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan, proses penataan tersebut akan dilakukan secara humanis dan inklusif dengan melibatkan warga terutama dalam perencanaan hingga pelaksanaan. 

Jalan layang Pasupati yang menjadi salahsatu ikon Kota Bandung bakal berganti nama menjadi Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah setuju usulan nama itu.
Jalan layang Pasupati yang menjadi salahsatu ikon Kota Bandung bakal berganti nama menjadi Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah setuju usulan nama itu. (Istimewa Humas Syahda)

"Kawasan ini akan menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dirancang untuk kebahagiaan warga, sekaligus mendukung target kawasan bebas sampah," ujarnya saat meninjau kawasan kolong Flyover Mochtar Kusumaatmadja, Minggu (15/12/2024).

Ia mengatakan, pembangunan taman dan fasilitas publik ini akan menggunakan kombinasi dana dari APBD dan CSR.

Nantinya akan dibangun juga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu.

"Sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pakan maggot atau kompos, sementara anorganik akan dikelola oleh bank sampah," kata Herman.

Dalam upaya pengelolaan sampah secara mandiri, warga di sekitar kawasan tersebut telah menerima edukasi dari aparat Kelurahan Tamansari bersama stakeholder terkait untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Edukasi dan pelibatan masyarakat menjadi kunci. Ini adalah bukti bahwa jika pemerintah dan masyarakat kompak, perubahan positif dapat terjadi," ucapnya.

Pj Wali Kota Bandung, A Koswara mengatakan, dalam rencana penataan ini pihaknya melihat ada hasil kerja sama yang sangat baik antara pemerintah dan masyarakat.

"Penataan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan menciptakan kawasan yang lebih bersih, aman, dan rapi," ujar Koswara.

Rencananya, kawasan di bawah Flyover Mochtar Kusumaatmadja tersebut nantinya akan ditransformasi menjadi ruang publik yang ramah anak dan remaja, dengan fasilitas olahraga dan hiburan.

Bahkan, warung-warung yang sebelumnya kurang tertata juga akan dipindahkan ke lokasi strategis dan 34 keluarga yang tinggal di bawah flyover akan dipindahkan ke lokasi yang lebih layak, lengkap dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kerja. (*)

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved