Garut dan Bandung Kembali Diguncang Gempa Akibat Sesar Aktif, Sudah Tiga Kali dalam Dua Hari
Hingga pukul 15:57 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan dengan M=2,1.
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kabupaten Garut, Jawa Barat, diguncang tiga gempa bumi tektonik dalam dua hari berturut-turut.
Pada Minggu (8/12/2024) pukul 15.36 WIB, gempa berkekuatan M=2,7 terjadi dengan episenter di 22 km barat daya Kabupaten Garut, pada kedalaman 10 km.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Kertasari dan Pangalengan di Kabupaten Bandung dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," kata Hartanto melalui siaran tertulis.
Hingga pukul 15:57 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan dengan M=2,1.
Baca juga: Update Gempa Bumi di Garut, Sebanyak 113 Bangunan di 7 Kecamatan Dilaporkan Rusak
Sehari sebelumnya, Sabtu (7/12/2024), gempa lebih kuat dengan magnitudo M=4,2 mengguncang wilayah yang sama pada pukul 07.12 WIB.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa ini berada di darat, sekitar 19 km barat daya Kabupaten Garut, pada kedalaman 5 km.
Gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Dampak gempa Sabtu dirasakan lebih luas.
Berdasarkan peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG, wilayah Pasirwangi, Samarang, dan Bayongbong mencatat intensitas IV MMI, yang menggambarkan getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan menyebabkan gerabah pecah dan pintu berderik.
Sementara di Malayu Garut intensitasnya berada di skala III-IV MMI. Wilayah lain seperti Majalaya, Pacet, dan Ciparay merasakan intensitas III MMI, sedangkan Cimahi, Baleendah, Cicalengka, dan Sumedang mencatat intensitas lebih ringan di skala II-III MMI.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut sebut gempa bumi magnitudo 4,2 di Kecamatan Sukaresmi merusak 113 bangunan di berbagai kecamatan
Akibat gempa ini, dari hasil pemantauan pihak BPBD tercatat ada 113 bangunan rusak yang tersebar di Kecamatan Sukaresmi, Bayongbong, Tarogong Kaler, Pasirwangi, Cikajang, Samarang dan Kecamatan Cisurupan.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
| BMKG: Waspada Hujan Lebat di Jabar 3 Hari ke Depan, Bandung dan Sukabumi Masih Berpotensi Banjir |
|
|---|
| Gudang Rongsok di Margaasih Bandung Terbakar Hebat, Material Plastik Persulit Proses Pemadaman |
|
|---|
| Sempat Terdampar di Sorong Papua Barat, Warga Ciparay Bandung Dijadwalkan Pulang Sabtu Ini |
|
|---|
| Semalaman Petugas Atasi Longsor Gunung Gelap, Akses ke Selatan Garut Sudah Normal Lagi |
|
|---|
| Longsor di Gunung Gelap Garut Belum Teratasi, hingga Malam Petugas Masih Menunggu Alat Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pada-Minggu-8122024-pukul-1536-WIB-gempa-berkekuatan-M27.jpg)