Kamis, 9 April 2026

Dinkes Kota Bandung Ungkap Penyebab Tingginya Kasus DBD Pada Tahun Ini

Dinas Kesehatan Kota Bandung menggalakkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) dan mengimbau warga memiliki satu juru pemantau jentik (jumantik)

istimewa
Kewaspadaan DBD 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan Kota Bandung, mengungkap faktor yang menyebabkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan dan angka kematian cukup tinggi pada tahun ini.

Seperti diketahui, pada tahun 2023, kasus DBD di Kota Bandung hanya mencapai 1.865 kasus dan delapan orang meninggal dunia. Sedangkan sepanjang tahun 2024 mencapai 7.310 kasus dengan rincian 7.280 sembuh serta 29 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, mengatakan, penyebab tingginya kasus DBD tersebut dipicu akibat faktor lingkungan yang banyak terdapat genangan air dari sampah yang tidak terangkut.

"Jika sampah dibiarkan menumpuk dan ditambah hujan setiap hari, maka potensi penyebaran DBD semakin besar," ujar Anhar Hadian, Minggu (8/12/2024).

Menurutnya, saat musim hujan ini banyak genangan air di lingkungan yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak, sehingga ia meminta masyarakat lebih aktif dalam upaya pemberantasan nyamuk itu.

Sementara sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Kota Bandung menggalakkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) dan mengimbau warga memiliki satu juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah.

"Kami dorong gerakan satu rumah satu jumantik, jangan hanya mengandalkan petugas puskesmas. Di kantor-kantor juga perlu ada petugas khusus untuk memeriksa jentik nyamuk," katanya.

Selain itu, program Wolbachia juga telah diterapkan di dua lokasi di Bandung yakni Kecamatan Ujungberung dan Kiaracondong sebagai upaya jangka panjang untuk mengendalikan populasi nyamuk pembawa virus Aedes aegypti.

"Program Wolbachia ini insyaallah berjalan, tapi memang hasilnya jangka panjang, mungkin sampai 12 tahun lagi," ucap Anhar.

Selain itu Anhar juga berharap, masyarakat di Kota Bandung lebih sadar akan pentingnya pencegahan DBD melalui kebersihan lingkungan dan deteksi dini.

"Gerakan PSM dan jumantik harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan upaya bersama, kita bisa menekan angka kasus DBD di Kota Bandung," katanya.
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved