Puluhan Warga Terdampak Bencana Longsor di Cicendo Bandung Masih Mengungsi
Sebanyak 52 jiwa saat ini mengungsi di Posyandu akibat ambrolnya tanggul Sungai Citepus pada Minggu, 17 November 2024.
Penulis: Tiah SM | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan TribunJabar.id Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga yang rumahnya terdampak longsor di Jalan Industri, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, belum bisa kembali ke tempat tinggal mereka. Memasuki hari keempat, mereka masih tinggal di pengungsian.
Sebanyak 52 jiwa saat ini mengungsi di Posyandu akibat ambrolnya tanggul Sungai Citepus pada Minggu, 17 November 2024.
Ketua RT 8, Barokah, menjelaskan bahwa awalnya hanya empat rumah yang jebol, tetapi kini jumlahnya bertambah menjadi 16 kepala keluarga (KK) karena retakan semakin meluas.
"Rumah yang terdampak harus mengungsi karena khawatir tergerus akibat kirmir yang ambrol. Jika air sungai meluap, air akan masuk ke rumah," ujarnya, Rabu (20/11/2024).
Barokah berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang rusak dan memberikan bantuan kepada korban longsor.
Ia juga meminta Pemkot Bandung memperhatikan kondisi rumah susun yang sudah tidak layak huni dan hampir ambruk.
"Penghuni rumah susun sebagian besar adalah lansia. Kondisi rumah sudah rusak parah, kami khawatir rumah akan ambruk dan memakan korban," tambahnya.
Memasuki hari keempat pascabencana, anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Suryaningsih dan Andri Gunawan, meninjau lokasi dan berdialog dengan para korban.
Rieke meminta Pemkot Bandung segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kirmir guna mengantisipasi potensi banjir.
Pemkot juga diminta memikirkan nasib para korban agar mereka dapat kembali menjalani hidup yang normal, karena tinggal di pengungsian dalam waktu lama kurang ideal.
"Rumah di pinggir sungai memang cukup berbahaya, tetapi warga sudah merasa nyaman tinggal di sana. Oleh karena itu, harus ada koordinasi untuk mencari solusi terbaik," ungkap Rieke.
Selain itu, Rieke juga mendesak Pemkot Bandung untuk meninjau kondisi rumah susun di kawasan Industri yang dinilainya sangat memprihatinkan.
Sejak awal kejadian, Pemkot Bandung telah mengevakuasi 16 KK yang tinggal di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi longsor susulan. Selama empat hari, Pemkot juga mendirikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan makanan para korban terpenuhi.
| Seribu Santri Ikuti Siliwangi Santri Camp, Pangdam Kosasih: Santri Harus Punya Cita-cita Tinggi |
|
|---|
| Keluhan Warga Bandung Atas Kenaikan Harga BBM: Kurangnya Transparansi Hingga Transportasi Umum |
|
|---|
| Pantauan SPBU di Bandung setelah Kenaikan Harga BBM: Pertamax Turbo Rp19.400, Pertamina Dex Rp23.900 |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Kaji Pembangunan Underpass Pasteur, Sentil Pengaturan Lampu Lalu Lintas di Bandung |
|
|---|
| Kepuasan Warga Naik, Farhan Soroti Pengangguran dan Daya Beli di Kota Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/anggota-DPRD-Kota-Bandung-dari-Fraksi-PDI-Perjuangan-Rieke-Suryaningsih.jpg)