Download Logo Milad Ke-112 Muhammadiyah Lengkap dengan Filosofinya, Tempel di Banner hingga Poster
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah merilis logo Milad ke-112 Muhammadiyah yang akan diperingati pada 18 November 2024.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUNJABAR.ID - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah merilis logo Milad ke-112 Muhammadiyah yang akan diperingati pada 18 November 2024.
Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang ada saat ini.
Mulanya, organisasi ini lahir sebagai Gerakan Islam di Kauman Yogyakarta pada 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H).
Pendirinya adalah seorang kyai Bernama KH Ahmad Dahlan.
Kini, Muhammadiyah memperingati hari lahirnya yang ke-112 tahun.
Tema yang diangkat pada peringatan Milad ke-112 Muhammadiyah ini yaitu "Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua".
Puncak acaranya akan berlangsung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4-6 Desember 2024.
Sementara itu, logo yang digunakan terinspirasi dari alat musik tradisional Sasando.
Baca juga: Sosok Abdul Muti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Merah Putih, Tokoh Muhammadiyah
Berikut adalah link download logo Milad Ke-112 Muhammadiyah:
>>> DOWNLOAD DI SINI <<<
Filosofi Logo
1. Alat musik Sasando
Harmoni dan Kerja sama: Sasando adalah alat musik tradisional dari Rote, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki desain unik dengan berbagai dawai yang dimainkan bersama-sama untuk menciptakan harmoni.
Ini bisa melambangkan bagaimana kemakmuran harus dihadirkan melalui kerja sama yang harmonis antara berbagai elemen masyarakat, pemerintah, dan individu, di mana masing-masing berperan dalam menciptakan kesejahteraan yang merata.
Keragaman dan Keindahan: Sasando juga mencerminkan keragaman suara yang, ketika dimainkan dengan baik, menghasilkan keindahan musik.
Ini relevan dengan tema kemakmuran yang inklusif, karena Sasando menunjukkan bahwa dengan menghargai keragaman, baik itu dalam bentuk budaya, ekonomi, atau sosial, kita dapat mencapai kemakmuran yang menyeluruh bagi semua pihak.
2. Bunga Sepe (Flamboyan)
Kehidupan yang Berkelanjutan: Bunga Sepe atau flamboyan dikenal karena keindahannya yang mekar di musim tertentu, memberikan warna dan keindahan
pada lingkungan sekitar.
Ini bisa menjadi simbol penting dari kemakmuran yang berkelanjutan, di mana kemakmuran yang dicapai bukan hanya sementara, tetapi seperti bunga yang terus mekar, harus dipelihara agar terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Simbol Perlindungan dan Ketangguhan: Sepe juga memiliki filosofi sebagai pohon yang kuat, dengan akar yang mampu tumbuh di tanah yang keras.
Ini bisa diartikan bahwa kemakmuran yang merata membutuhkan ketangguhan dan kemampuan untuk tumbuh di berbagai kondisi, termasuk di wilayah yang
mungkin mengalami tantangan ekonomi atau lingkungan yang sulit.
3. Koneksi dengan Tema Tanwir
Baca juga: BSI & Muhammadiyah Bersinergi Bangun Masjid Padepokan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta
Dalam konteks tema "Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua",filosofi Sasando dan Bunga Sepe relevan sebagai simbol:
Kolaborasi dan Harmoni Sosial: Sasando menekankan pentingnya kolaborasi dan harmoni sosial dalam menciptakan kemakmuran yang dapat dirasakan oleh semua
pihak.
Tanpa kolaborasi dan kerja sama yang harmonis, kemakmuran tidak akan tercapai secara inklusif.
Keberlanjutan dan Keindahan Kesejahteraan: Bunga Sepe menunjukkan bahwa kemakmuran harus berkelanjutan dan indah dalam hal dampaknya terhadap lingkungan sosial dan alam.
Kemakmuran yang berkelanjutan juga berarti melindungi dan menjaga sumber daya untuk generasi mendatang, seperti bagaimana bunga flamboyan mekar dengan konsisten.
4. Konteks Budaya Lokal
Muhammadiyah, sebagai organisasi yang berakar kuat di masyarakat, mungkin memandang penting untuk mengakui dan menghormati nilai-nilai budaya lokal dalam upaya menghadirkan kemakmuran yang merata.
Alat musik Sasando dan Bunga Sepe, meskipun berasal dari budaya tertentu, dapat digunakan sebagai simbol universal tentang bagaimana kemakmuran harus mencakup harmoni, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap keragaman budaya.
Dengan menggabungkan filosofi dari Sasando dan Bunga Sepe, tema "Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua" menjadi lebih relevan karena menyoroti pentingnya harmoni sosial, kolaborasi, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap keragaman dalam mencapai kesejahteraan yang merata.
Baca artikel menarik Tribunjabar.id lainnya di Google News.
| 40 Poster Hari Lahir Pancasila 2026 Gratis, Download untuk Ucapan di Medsos |
|
|---|
| 20 Poster Hari Lahir Pancasila 2026 Gratis dan Menarik, Bagikan di Medsos pada 1 Juni |
|
|---|
| 40 Poster Hari Raya Waisak 2026 Terbaru, Gratis Download untuk Ucapan di Medsos |
|
|---|
| 30 Poster Hari Raya Waisak 2026 Gratis dan Menarik, Download dan Bagikan di Medsos |
|
|---|
| 40 Poster Hari Raya Idul Adha 2026 Terbaru, Download untuk Ucapan Lebaran di Medsos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Logo-Milad-ke-112-Muhammadiyah.jpg)