Sabtu, 2 Mei 2026

Pj Gubernur Jabar Tinjau Sekolah dan Gudang Logistik Pilkada di Cimahi Setelah Dilanda Cuaca Ekstrem

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, meninjau sejumlah lokasi di Kota Cimahi setelah dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin.

Tayang:
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Giri
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin, saat meninjau gudang logistik KPU Cimahi, Minggu (10/11/2024). 

Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pj Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin, meninjau sejumlah lokasi di Kota Cimahi setelah dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang.

Bey mengatakan, selain Cimahi, ada dua wilayah di Jabar yang dilanda cuaca ekstrem pada Sabtu (9/11/2024).

"Ya, tadi kita cek dampak cuaca ekstrem kemarin, kalau laporan BPBD Jabar itu ada tiga wilayah, yakni Kota dan Kabupaten Cirebon, lalu Kota Cimahi. Memang yang paling terdampak berdasarkan data itu Kota Cimahi," kata Bey di Cimahi, Minggu (10/11/2024).

Salah satu lokasi yang dikunjungi Bey adalah lokasi pohon tumbang yang menimpa pagar tembok SD Negeri Baros Mandiri 4.

Menurutnya, pemerintah akan segera melakukan penanganan dan perbaikan terhadap insfrastruktur yang terdampak hujan lebat dan angin kencang termasuk perbaikan pagar tembok di lokasi tersebut.

Baca juga: Bandung Raya Diintai Cuaca Ekstrem, Bey Machmudin Minta Bandung Barat Waspadai Longsor

"Untuk sekolah memang karena pohonnya terangkat dari akarnya, nanti perbaikan melalui belanja tidak terduga (BTT) Kota Cimahi. Cuma fokus sekarang itu penanganan sisa bencana kemarin, seperti pohon tumbang," ucapnya.

Selain sekolah, Bey juga melakukan peninjauan ke gudang logistik Pilkada milik KPU Cimahi yang ikut terdampak hujan lebat dan angin kencang.

"Ada kertas suara yang terdampak hujan angin kemarin. KPU sudah melakukan penanganan secara prosedural, sudah dikeringkan juga. Informasi tadi dari dua ribuan surat suara, itu tinggal 194 yang menurut KPU dan Bawaslu perlu diganti," ujarnya.

Baca juga: Pj Gubernur Bey Machmudin Akan Koordinasi ke BNPB untuk Perbaikan Rumah Korban Banjir Sukabumi

Bey menambahkan, sejumlah wilayah khususnya dengan kontur perbukitan di Jabar harus mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi.

Pasalnya, potensi bencana dinilai akan meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas hujan yang kerap disertai dengan angin kencang.

"Kita minta semua daerah waspada, termasuk masyarakatnya ya. Status sudah (siaga darurat), kita terapkan dari Oktober 2024 sampai April 2025," ucap. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved