Pengguna Jalan Keluhkan Kemacetan Akibat Proyek Galian Kabel Bawah Tanah di Bandung
Proyek galian kabel bawah tanah atau ducting yang dikerjakan PT Bandung Infra Investama (BII) dan Pemkot Bandung dikeluhkan warga.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Proyek galian kabel bawah tanah atau ducting yang dikerjakan PT Bandung Infra Investama (BII) dan Pemkot Bandung dikeluhkan warga.
Proyek tersebut menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Proyek kabel bawah tanah itu dikerjakan di 143 jalan protokol dengan total panjang 204 kilometer. Tahap pertama ditargetkan selesai di 29 ruas jalan pada Desember 2024.
Saat ini, proyek itu baru berjalan sepanjang 16,3 kilometer dan 8,2 kilometer masih tahap persiapan.
Pantauan Tribun Jabar di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan, proyek itu memakan sebagian badan jalan dan ditutup spanduk pengumuman.
Baca juga: Banjir Masih Berpotensi Terjadi di Bandung, BMKG Prediksi Hujan Bakal Tetap Turun Sepekan ke Depan
Sehingga pengendara mobil dan motor harus sedikit berbelok ke kiri hingga akhirnya kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan.
"Iya, bikin macet, setiap hari saya lewat ke sini ya selalu seperti ini karena itu (proyek ducting) sedikit menghambat," ujar pengendara motor, Sumarna (37), di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (7/11/2024).
Ia mengatakan, dia kerap terjebak macet ketika melintasi ruas jalan tersebut karena akses jalannya sedikit menyempit.
"Kalau yang saya tahu ini (proyek) sudah ada sejak enam hari lalu. Semoga cepat selesai agar tidak macet lagi karena bukan di sini saja, ada juga di Jalan Merdeka, Tamblong, dan lain-lain," kata Sumarna.
Direktur Utama PT BII, Asep Wawan Darmawan, memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pembangunan ducting tersebut karena ini merupakan konsekuensi adanya proyek pembangunan.
Baca juga: 20 Tempat Nobar Persib Bandung Lawan Lion City Sailors di ACL 2 Malam Ini di Bandung dan Sekitarnya
"Ini program kita yang direncanakan sejak tahun 2013. Alhamdulilah tahun ini dikejar dan terlaksanakan. Pasti namanya pembangunan ada proses, namun kami terbuka, ada hotline - nya," kata Asep beberapa waktu lalu.
Sebagai respons dari setiap masukan warga, pihaknya langsung menindaklanjutinya dengan perbaikan karena ada masukan dari masyarakat soal penutup manhole terlalu tinggi, sehingga langsung dilandaikan dengan cara menambahkan cor atau aspal.
Asep juga memastikan, pihaknya berupaya mengutamakan keselamatan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung. Karena berjalan serentak di titik tertentu, sehingga terjadi kemacetan.
"Kami tetap memberikan perhatian keselamatan pengemudi atau pengguna jalan karena di setiap galian itu diberikan penutup dan informasi. Kami juga sudah instruksikan opersional agar lebih baik dan akan perhatikan pada unit reaksi cepat jika ada laporan dari masyarakat," ujarnya. (*)
Jadi Posko Darurat, Korban Demo di Bandung Dilarikan ke Unisba |
![]() |
---|
Momen Dedi Mulyadi Datangi Pendemo di DPRD Jabar, Mata Berair Hidung Memerah Efek Gas Air Mata |
![]() |
---|
Mega Travel Fair di Bandung, Ada Diskon Tiket Pesawat Hingga Hotel |
![]() |
---|
Demo Depan Gedung DPRD Jabar, Pos Polisi Dibakar, Sejumlah Jalan di Bandung Macet Parah |
![]() |
---|
Wajah Bercoreng Putih, Dedi Mulyadi Temui Pengunjuk Rasa yang Bertahan di Gedung DPRD Jabar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.