Kadin Indonesia Siap Gelar Munas, Arsjad Rasjid : Fokus pada Kemajuan Ekonomi

Dari Munas nanti, kata dia, Kadin Indonesia akan memiliki pemimpin baru dan tidak ada lagi dualisme seperti yang saat ini terjadi. 

|
Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arjsad Rasjid, saat ditemui di Universitas Padjajaran (Unpad), Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (7/10/2024). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid menyebut kemungkinan Musyawarah Nasional (Munas) bakal dilakukan berbarengan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). 

Hal itu diungkapkan Arjsad Rasjid, saat ditemui di Universitas Padjajaran (Unpad), Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (7/10/2024). 

Dikatakan Arsjad, persiapan menuju Munas relatif panjang, saat ini yang baru dilakukan adalah bertemu dengan para anggota luar biasa (ALB).

"Kemarin sudah bertemu dengan para anggota luar biasa, karena prosesnya agak panjang untuk menuju ke munas itu pertama harus ada konsensi dari anggota luar biasa," ujar Arsjad. 

Baca juga: Hasil Pertemuan Segitiga Arsjad-Anindya-Bahlil, Munaslub Kadin Digelar Lagi usai Pelantikan Presiden

Menurutnya, Munas baru dapat dilakukan setelah Rapimnas. Kemungkinan, keduanya bakal dilakukan berbarengan. 

"Mungkin bisa dilakukan bersamaan dengan Munas, tapi secara proses prosedur AD/ART harus kita proses. Tetap harus dilewati karena apa? untuk mempercepat ini, kita juga minta izin kepada acara rapimnas nanti," katanya.

Dari Munas nanti, kata dia, Kadin Indonesia akan memiliki pemimpin baru dan tidak ada lagi dualisme seperti yang saat ini terjadi. 

"Ini adalah bagian dari proses yang seharusnya kita lakukan bersama. Jadi, yang paling penting lagi bagaimana kita bersama-sama memastikan hanya satu Kadin, karena untuk bangsa indonesia dan untuk ke depannya adalah kemajuan dari pada kesejahteraan bangsa Indonesia," ucapnya.

Dualisme di tubuh Kadin, kata dia, seharusnya tidak terjadi karena saat ini ekonomi global sedang tidak baik-baik saja dengan adanya konflik di Timur Tengah yang akan berdampak pada ekonomi di Indonesia.

"Dampaknya adalah mengenai energi, yang nantinya secara tidak langsung akan terdampak terhadap indonesia. Untuk itu kita harus mengantisipasi, jadi saya harap tidak terjadi dualisme. Saya berharap kita bisa kembali, ikuti lah AD/ART Kadin," ucapnya.

Selain itu, kata dia, terpenting saat ini adalah menjaga marwah Kadin Indonesia dan bagaimana mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen agar masyarakat di negara ini sejahtera.

Baca juga: Almer Faiq Rusydi Optimistis Terpilih Jadi Ketua Umum Kadin Jabar, Ini Program yang Sudah Disiapkan

"Saya selalu mengatakan bukan persoalan saya, bukan persoalan Mas Anindya Bakrie. Mari lah kita fokus saja bekerja, bekerja, bekerja, khusus untuk bangsa itu yang paling utama menurut saya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved