Jumat, 5 Juni 2026

Puluhan Pelajar di Tasikmalaya Diduga Lakukan Perundungan, Videonya Beredar, Polisi Masih Selidiki

Pihak Unit PPA Polres Tasikmalaya menyelidiki dugaan kasus perundungan yang dilakukan sejumlah pelajar di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Giri
tangkap layar
ILUSTRASI - Pihak Unit PPA Polres Tasikmalaya menyelidiki dugaan kasus perundungan yang dilakukan sejumlah pelajar di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pihak Unit PPA Polres Tasikmalaya menyelidiki dugaan kasus perundungan yang dilakukan sejumlah pelajar di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dalam video yang beredar di media sosial terlihat sejumlah oknum pelajar melakukan aksi perundungan terhadap rekannya yang masih di bawah umur.

Bahkan, ada dua orang pelajar mengenakan pakaian hitam sambil merokok. Satunya di antara yang mengenakan kalung dan sandal putih kemudian mulai melakukan tindakan kekerasan.

Selain itu, satu per satu anak-anak yang telanjang dada dipukul di bagian perutnya. Beberapa anak tersungkur karena mengalami kesakitan di bagian perut.

Baca juga: Sakit Hati Ibunda dr Aulia, Perundungan Disebut Kaprodi PPDS Undip Latihan Mental: Hati-hati Kalian!

Kanit PPA Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, membenarkan adanya informasi terkait dugaan perundungan.

Polisi masih melakukan penyelidikan. 

"Benar informasi tersebut dan kita juga tengah menyelidiki kasusnya dengan berkoordinasi dengan UPTD PPA hingga KPAID serta TP2TP2A," ungkap Josner kepada wartawan, Jumat (4/10/2024).

Bahkan pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap video yang diduga perundungan dilakukan sejumlah siswa yang masih di bawah umur.

"Beberapa korban yang kita temui, memang secara psikis ada sedikit guncangan maupun keluarganya," ucapnya.

Baca juga: Fajar dan Gilang Rasakan Pusing dan Mual Setelah Tangkap King Cobra di Rest Area Banjar Atas

Dari informasi yang didapat, pelaku yang melakukan aksi perundungan masih satu sekolah dengan korban.

"Ada sekitar 21 orang kurang lebih, namun apakah di luar yang memukul itu semuanya korban, kita belum mendalami faktanya," katanya.

Nama korban dan pelaku belum bisa disebutkan karena belum masuk laporan polisi.

"Baik pelaku maupun korban masih anak anak (di bawah umur) seperti yang di indikasi dalam video ini," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved