Bupati Aep Syaepuloh Kerahkan Excavator Amphibi untuk Tangani Abrasi di Pesisir Utara Karawang

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mendatangkan excavator amphibi mengatasi abrasi di pesisir utara Karawang, Jawa Barat.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Bupati Karawang Aep Syaepuloh 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Bupati Karawang Aep Syaepuloh mendatangkan excavator amphibi mengatasi abrasi di pesisir utara Karawang, Jawa Barat.

Alat berat excavator amphibi tersebut langsung diterjunkan di pantai Ciparage Kecamatan Tempuran.

Aep mengungkapkan, penanganan abrasi perlu dilakukan secara nyata oleh pemerintah. Saat ini dia lakukan ketika menjadi seorang bupati.

"Perencanaan itu harus jelas dan nyata. Saat ini ada jangka panjang dan jangka pendek yang akan kita lakukan dalam penanganan abrasi," kata Aep, Selasa (3/9/2024).

Baca juga: Pesan Bupati Karawang Aep Syaepuloh Mari Bersama-sama Memakmurkan Masjid

Dalam jangka pendek dalam penanganan abrasi, Aep menurunkan excavator amphibi yang tak pernah dilakukan pejabat sebelumnya.

Excavator canggih itu akan mengeruk, membersihkan dan juga membuat sistem untuk pengendalian saluran air termasuk abrasi yang menjadi soal di pesisir Karawang.

Excavator amphibi adalah alat berat serba guna dan bisa digunakan di berbagai medan, mulai dari rawa, sungai, daratan dangkal dan medan basah lainnya. Alat berat ini juga bisa beroperasi di atas air.

Catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat, Karawang memiliki wilayah pesisir yang panjang bibir pantainya mencapai 84,23 kilometer.

Garis pantai ini terbentang di wilayah Karawang, berbatasan dengan pesisir pantai utara Bekasi dan Subang.

Baca juga: Bupati Karawang Aep Syaepuloh Mempromosikan Tiga Pejabat Menjadi Setingkat Kepala Dinas

Pada tahun 2020, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang melaporkan bahwa abrasi yang terjadi di wilayah pesisir utara Karawang mencapai 34,626 kilometer, tersebar di sejumlah kecamatan.

Namun, titik abrasi terparah berlokasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.

Atas kondisi itu, Pemkab Karawang melakukan upaya jangka panjang dengan merelokasi agar warga di pesisir pantai utara itu tidak selalu dihantui ancaman abrasi.

Upaya itu dilakukan atas adanya bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sebanyak 375 unit rumah layak huni dibangun oleh Pemkab Karawang bersama pemerintah pusat sejak tahun 2020.

Ratusan unit rumah layak huni itu dibangun di lahan sekitar 3 hektare di daerah sekitar Kecamatan Cibuaya.

Pada tahun 2024-2025, pembangunan rumah layak huni untuk korban abrasi ditargetkan sebanyak 104 unit. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved