Rabu, 15 April 2026

Diduga Gara-gara Obat Nyamuk, Rumah di Desa Asem Cirebon Kebakaran Hebat

Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga pada sekitar pukul 22.30 WIB, yang melihat api berkobar dari kamar belakang rumah.

Dok. DPKP Kabupaten Cirebon 
Sebuah rumah di Blok Manis, Desa Asem, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terbakar pada Minggu (1/9/2024) malam 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Sebuah rumah di Blok Manis, Desa Asem, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terbakar pada Minggu (1/9/2024) malam.

Kebakaran yang diduga disebabkan oleh obat nyamuk bakar ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 250 juta.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga pada sekitar pukul 22.30 WIB, yang melihat api berkobar dari kamar belakang rumah.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menyebar ke seluruh bagian rumah.

Pemilik rumah, Ibu Mumun, yang saat itu sedang tertidur, berhasil diselamatkan setelah dibangunkan oleh warga.

Kepala Bidang Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 22.30 WIB.

"Kami segera mengirimkan dua unit pemadam dari Sektor Lemahabang yang tiba di lokasi pada pukul 22.44 WIB, karena api sangat besar, kami meminta bantuan tambahan dari Sektor Pangenan," ujar Eno Sudjana kepada media, Senin (2/9/2024) dini hari.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 00.44 WIB.

Berbagai peralatan elektronik, furnitur dan barang-barang rumah tangga lainnya hangus terbakar.

"Total luas bangunan yang terbakar mencapai 90 meter persegi, dengan luas yang terkena dampak api sekitar 90 meter persegi."

"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini," ucapnya.

Selain tim pemadam kebakaran, proses pemadaman juga dibantu oleh anggota Polsek Lemahabang, Koramil, perangkat desa dan warga sekitar.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim kembali ke sektor masing-masing untuk melanjutkan tugas mereka seperti biasa.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk yang membakar kain dan kemudian menyambar ke tirai serta atap rumah.

"Kami akan terus melakukan koordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," jelas dia.

(Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto )

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved