Jumat, 1 Mei 2026

Febri Hariyadi Curhat, Luapkan Kekecewaannya Tak Bisa Membela Persib Bandung, Tapi Tak Mau Putus Asa

Pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi yang cedera saat mengarungi Piala Presiden 2024, mengaku kecewa.

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Instagram @achmad16jufriyanto
Pemain Persib Bandung, Achmad Jufriyanto (kanan) dan Kakang Rudianto (kiri) menjenguk Febri Hariyadi (tengah) yang harus naik meja operasi di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung, Rabu (14/8/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi yang cedera saat mengarungi Piala Presiden 2024, mengaku kecewa karena pada Liga 1 putaran pertama musim ini, dirinya tak bisa memperkuat tim Maung Bandung.

Febri kini harus melakukan pemulihan setelah oprasi karena cedera ACL, minimal menurut dokter tim Persib Bandung recovery-nya hingga sekitar 6 bulan. 

ACL (Anterior Cruciate Ligament) adalah ligamen utama di lutut yang menghubungkan tulang paha dan tulang kering.

Baca juga: Drawing ACL 2: Hanya Persib Bandung yang Jadi Juara Kompetisi Lokal di Grup F

Kekecewaan Febri ini diluapkan di akun media sosial pribadinya.

Ia mengunggah beberapa foto dirinya bersama teman satu timnya, hingga foto teman-temannya saat menjenguk dirinya yang berada di rumah sakit.

"Awal musim yang terasa berbeda karena tidak bisa berjuang bersama tim. Kecewa sudah pasti, tapi bagaimanapun ini adalah bagian dari perjalanan karirr sepak bola yang harus saya hadapi," ujar Febri, dalam unggahannya.

Febri mengatakan, tidak semua harapan selalu sama dengan kenyataannya.

Baca juga: Hasil Drawing ACL 2: Persib Bandung Gabung di Grup F, Bojan Hodak Sempat Bilang Butuh Keberuntungan

"Kita tidak pernah tau apa yang terjadi di depan, apapun bisa terjadi. Pada akhirnya saya belajar lagi bahwa apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita, hari ini adalah bagian dari perjalanan menuju tujuan kita," ujar pemilik nomor 13 di tim Maung Bandung ini.

Febri mengatakan, tidak ada jalan pendakian menuju puncak tertinggi dengan melewati jalan yang mudah. Terkadang, kata dia, harus melewati batu besar dan jalanan yang curam, sebelum sampai puncak tertinggi.

"Bagi yang sedang berjuang untuk apapun itu, semoga kita selalu dikuatkan untuk menjalaninya," ucapnya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved