Kamis, 30 April 2026

Olimpiade Paris 2024

Pebulutangkis Indonesia Berguguran di Olimpiade Paris 2024, Kabid Binpres PBSI Sentil Ginting

Dari enam wakil yang dikirim, hanya dua wakil saja yang lolos dari fase grup turnamen empat tahunan itu.

Tayang:
Editor: Ravianto
PBSI/Badmintonphoto/Yohan Nonotte
Anthony Sinisuka Ginting saat menghadapi Toma Junior Popov di fase grup Olimpiade Paris 2024, Kamis 1 Agustus 2024. Berlaga di Porte De La Chapella Arena, Paris, Prancis, Ginting kalah rubber game, 19-21, 21-17 dan 15-21. (PBSI/Badmintonphoto/Yohan Nonotte) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Ricky Soebagdja, buka suara terkait performa atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Dari enam wakil yang dikirim, hanya dua wakil saja yang lolos dari fase grup turnamen empat tahunan itu.

Dua wakil yang lolos ke 16 besar adalah Gregoria Mariska Tunjung di sektor tunggal putri dan sektor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Fajar Alfian/Rian Ardianto saat menghadapi Lucas Corvee/Ronan Labar di fase Grup C Olimpiade Paris 2024, Senin (29/7/2024).
Fajar Alfian/Rian Ardianto saat menghadapi Lucas Corvee/Ronan Labar di fase Grup C Olimpiade Paris 2024, Senin (29/7/2024). (PBSI/Badmintonphoto/Mikael Ropars)

Sementara itu, empat atlet yang terhenti di fase grup adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

"Dari penampilan atlet-atlet kita yaitu Rinov/Pitha, Apri/Fadia dan Jonatan juga Ginting pasti ada kekecewaan," kata Ricky Soebagdja, dalam keterangan yang diterima Tribunnews.

"Saya tahu sebagai atlet pasti tidak mau kalah tapi kami perlu lihat bagaimana permainan di lapangan, bagaimana daya juang di lapangan," imbuhnya.

Ricky mengatakan jika pihaknya sangat mengetahui jika para atlet Indonesia itu ingin mendapatkan hasil terbaik.

Namun, peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu secara spesifik menyoroti hasil di sektor tunggal putra, khususnya Anthony Sinisuka Ginting.

Ricky menilai Ginting gagal mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat laga penentuan di fase grup melawan wakil tuan rumah, Toma Junior Popov.

"Kecuali Ginting, saya melihat kekalahan ini karena tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik," ucap Ricky.

"Sementara secara persiapan kalau saya rasa sudah benar-benar maksimal tapi secara di lapangan belum keluar secara maksimal," jelasnya.

Lebih lanjut, Ricky pun tak menampik jika dukungan dari publik tuan rumah sangat mempengaruhi penampilan Ginting.

"Untuk Ginting, saya melihat dia sudah mengeluarkan seluruh kemampuan, jatuh bangun mengejar bola tapi memang lawannya, Toma Popov dengan dukungan suporter tuan rumah juga tampil sangat baik. Seperti tidak ada celah," kata Ricky.

"Disayangkan memang Ginting tidak berhasil mengatasi karena seharusnya dengan levelnya, hal seperti ini bisa dilewati dan ada beberapa kesempatan untuk mengungguli lawan," paparnya.(*)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved