Selasa, 28 April 2026

Kiai Ciamis Diduga Jadi Korban Geng Motor, Panglima Santri Uu Ruzhanul Ulum Bereaksi

Uu juga menyinggung terkait tragedi kelam pada 1996 silam di Priangan Timur, khususnya di Tasikmalaya.

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum meminta pemerintah untuk mengevaluasi penyediaan transportasi dan akomodasi penyelenggaraan ibadah haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). 

TRIBUNJABAR.ID, KOTA TASIKMALAYA - Pada Senin (8/7/2024) lalu, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Petirhilir Ciamis, KH Ujang Abdussalam diduga telah menjadi korban geng motor di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kaca mobil kiai tersebut dipecahkan oleh terduga geng motor saat melintas di Jalan Kolonel Basyir Surya, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Akibatnya, ratusan santri dari Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya Raya mendatangi Mako Polres Tasikmalaya Kota untuk membuat laporan.

Salah satu tokoh Pondok Pesantren Miftahul Huda yang kerap dikenal sebagai Panglima Santri, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, dirinya merasa prihatin atas kejadian tersebut.

"Saya sebagai komunitas pesantren merasa prihatin dengan adanya insiden yang menimpa salah satu anggota keluarga besar Pesantren Miftahul Huda," ucapnya kepada TribunPriangan.com pada Jumat (19/7/2024).

Baca juga: Pimpinan Ponpes di Tasikmalaya Diduga jadi Korban Kekerasan, Ratusan Santri Peringatkan Geng Motor

Uu juga menyinggung terkait tragedi kelam pada 1996 silam di Priangan Timur, khususnya di Tasikmalaya.

"Terkait sweeping yang sempat dilontarkan para santri, itu bukan hal yang baik, bukan penyelesaian yang baik. Itu akan semakin besar, semakin besar, akan menjadi gumpalan salju. Mau kembali seperti Tasikmalaya kelabu sekian puluh tahun yang ke belakang?" ujarnya.

"Apalagi santri sekarang semakin banyak. Contohnya, dulu di saat kejadian 1996, Pesantren Miftahul Huda 'kan santrinya cuma 3 sampai 4 ribu. Sekarang sudah hampir 8 ribu. Pesantren-pesantren lain juga santrinya semakin banyak, 'kan berbahaya," lanjut Uu.

Oleh sebab itu, Uu berharap para santri dapat menahan diri dan mempercayakannya kepada pihak kepolisian.

"Janganlah ada kata-kata sweeping. Kalaupun ada yang mengajak dan yang lainnya, saya harap para santri bisa menahan diri, terutama pada rais-raisnya yang ada di pesantren. Tolong deteksi sedini mungkin, jangan sampai ada santri yang keluar dengan alasan apapun, tapi tujuannya untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang bertolak belakang dengan norma agama," pinta Uu.

Dengan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus kiai Ciamis yang diduga jadi korban geng motor, tambah Uu, hal tersebut supaya tidak terulang kembali adanya orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang membuat keresahan bagi masyarakat di wilayah Tasikmalaya.

"Saya sebagai warga Tasikmalaya juga tidak enak, apalagi orang Ciamis, nanti wah Tasikmalaya kesannya kan seperti itu adanya. Tapi kalau pelakunya bisa segera ditangkap, Tasikmalaya akan dapat pujian dari wilayah-wilayah yang lain," jelasnya.

Akan tetapi, tambah Uu, tak dapat dimungkiri bawa santri juga memiliki hubungan emosional antara satu dengan yang lainnya.

"Ada korsa yang tidak bisa dilepas antara ulama dengan santri, bahkan santrinya lagi. Oleh karena itu, harapan kami, kepada pihak aparatur penegak hukum dan kepolisian, kami menunggu dan kami yakin pelakunya bisa ditangkap dan bisa selesai semuanya, tidak ada insiden yang akan kedua kalinya, dan semuanya bisa lancar dan tidak ada masalah ke depannya," terang dia.

Uu juga berpesan kepada KH Ujang Abdussalam selaku Pimpinan Ponpes Darul Ulum Petirhilir Ciamis yang diduga menjadi korban geng motor di Jalan Kolonel Basyir Surya, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Ini adalah kullu syai'in hikmatun. Hikmahnya pasti ada sesuatu yang baik dalam kejadian ini, begitu kira-kira," pungkas Uu. (*)
 

(Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved