2 Warga Lampung Meninggal Tersengat Listrik Saat Pasang Antena Televisi di Munjuljaya, Purwakarta

Imron Jaya (33) dan Yonizar (34) warga Lampung meninggal dunia tersetrum listrik, pada Jumat (5/7/2024).

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Lokasi kedua korban tersetrum listrik di Kampung Pamupukan, Keluraha Munjuljaya, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jumat (5/7/2024). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Imron Jaya (33) warga Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung dan Yonizar (34) warga Kecamatan Ngabur Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung tewas tersetrum listrik, pada Jumat (5/7/2024).

Mereka tersetrum listrik saat hendak memasang antena TV di rumah kontrakan Darlis di Kampung Pamupukan, Keluraha Munjuljaya, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi mengatakan sebelum tersetrum listrik, korban sempat memasang antena TV di rumah kontrakan.

Baca juga: Pelajar Tewas Tersengat Listrik di Margaasih Bandung gara-gara Kabel Internet Menjuntai ke Jalan

"Peristiwa itu bermula saat kedua korban bermaksud untuk memasang tiang antena TV di depan rumah kontrakan. Ketika kedua korban sedang membentangkan tiang antene, ujung tiang tersebut mengenai kabel tegangan tinggi yang berada di atas," ucap Enjang saat dikonfirmasi Tribunjabar.id pada Jumat (5/7/2024).

Akibatnya, lanjut dia, aliran listrik mengalir ke korban melalui tiang tersebut. Kemudian, kedua korban terpental karena sengatan listrik tegangan tinggi.

"Begitu tersengat listrik, tubuh kedua korban langsung terpental dan jatuh. Adanya kejadian tersebut beberapa warga spontan langsung memberikan pertolongan dan langsung kedua korban dibawa ke rumah sakit Amira Purwakarta. Namun, kedua korban tidak dapat tertolong dan meninggal dunia," ucap Enjang.

Baca juga: Inilah 7 Pemasang Tiang Internet yang Tersengat Listrik di Jatinangor Sumedang, Satu Meninggal

Ia menambahkan, pihak keluarga menolak di lakukan autopsi pada jenazah korban dan menerima peristiwa ini sebagai takdir.

"Keluarga korban menolak untuk Visum et Repertum. Korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman," kata Enjang. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved