Terdampak Limpasan dari Hulu Sungai Citarum, KBB Inginkan Ada Perangkap Sampah di Beberapa Titik
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), menginginkan ada perangkap sampah di Sungai Citarum setelah wilayahnya terdampak limpasan sampah.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), menginginkan ada perangkap sampah di Sungai Citarum setelah wilayahnya terdampak limpasan sampah yang terbawa dari hulu.
Keinginan itu setelah adanya sampah yang mengambang di Sungai Citarum, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar dengan panjang sekitar 3 kilometer dan lebar 60 meter serta tonasenya diperkirakan mencapai 100 hingga 200 ton.
Plh Bupati Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya sudah berdiskusi dengan Pemprov Jabar dan dibahas penanganan sampah di Sungai Citarum dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Sampah yang Kotori Sungai Citarum di Batujajar Bandung Barat Mulai Bergeser ke Hilir
"Selain di hulu, sampah ini harus ditangani di hilirnya dengan penyekat agar tertahan. Minimal ada 3 alat perangkap sampah di beberapa titik Citarum," ujarnya di Sungai Citarum, Kamis (13/6/2024).
Ade mengatakan, selain penyekatan menggunakan alat perangkap, penanganan sampah juga harus dilakukan dengan menggunakan alat berat dan sejumlah perahu boat untuk mengangkut sampah yang berada di tengah sungai.
"Penyekatan di setiap titik ini karena dibantu dengan angin yang mengarah ke hilir. Untuk di pinggiran kita angkat dan yang di tengah kita menggunakan alat-alat yang ada seperti perahu boat dan lainnya," kata Ade.
Selain itu pihaknya juga sudah berkolaborasi dengan Pemprov Jabar untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya tidak membuang sampai ke sungai karena sampah di hilir limpahan dari Bandung Raya.
"Nanti ada edukasi ke masyarakat mungkin tidak hanya di sini karena kita gak pernah tahu ini sampah siapa, tapi yang penting kita harus berkolaborasi bersama-sama menyelesaikan dari hulunya," ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Aji mengatakan, wilayah Bandung Barat hanya kecipratan atau terdampak sampah yang sebetulnya bersumber dari wilayah hulu Sungai Citarum.
"Analisis kita itu kiriman dari hulu, karena sebelumnya itu ada hujan lebat beberapa hari. Tanggal 3 Mei kita sempat ada kegiatan bersih-bersih di Sungai Citarum tapi sampah itu belum ada, cuma ada eceng gondok," kata Ibrahim. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| Menjelang Iduladha 2026, Bandung Barat Siapkan 61 Petugas Periksa Kesehatan Hewan Kurban |
|
|---|
| Tebing Proyek PLTA Upper Cisokan di Rongga Bandung Barat Longsor |
|
|---|
| May Day 2026, 5.700 Buruh Cimahi dan Bandung Barat Berangkat ke Jakarta Mulai Tengah Malam Ini |
|
|---|
| Bocah Makan Rumput di Bandung Barat Viral, Dinsos Usulkan Ubah Desil, Buka Peluang Dapat Bansos |
|
|---|
| Buntut Diterjang Longsor, Curug Malela di Rongga KBB Masih Ditutup, Belum Aman Bagi Wisatawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-di-Sungai-Citarum-Desa-Selacau-Kecamatan-Batujajar-12121212121211.jpg)