Minggu, 3 Mei 2026

Terdampak Limpasan dari Hulu Sungai Citarum, KBB Inginkan Ada Perangkap Sampah di Beberapa Titik

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), menginginkan ada perangkap sampah di Sungai Citarum setelah wilayahnya terdampak limpasan sampah.

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi terkini di Sungai Citarum, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), menginginkan ada perangkap sampah di Sungai Citarum setelah wilayahnya terdampak limpasan sampah yang terbawa dari hulu.

Keinginan itu setelah adanya sampah yang mengambang di Sungai Citarum, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar dengan panjang sekitar 3 kilometer dan lebar 60 meter serta tonasenya diperkirakan mencapai 100 hingga 200 ton.

Plh Bupati Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya sudah berdiskusi dengan Pemprov Jabar dan dibahas penanganan sampah di Sungai Citarum dari hulu hingga hilir.

Baca juga: Sampah yang Kotori Sungai Citarum di Batujajar Bandung Barat Mulai Bergeser ke Hilir

"Selain di hulu, sampah ini harus ditangani di hilirnya dengan penyekat agar tertahan. Minimal ada 3 alat perangkap sampah di beberapa titik Citarum," ujarnya di Sungai Citarum, Kamis (13/6/2024).

Ade mengatakan, selain penyekatan menggunakan alat perangkap, penanganan sampah juga harus dilakukan dengan menggunakan alat berat dan sejumlah perahu boat untuk mengangkut sampah yang berada di tengah sungai.

"Penyekatan di setiap titik ini karena dibantu dengan angin yang mengarah ke hilir. Untuk di pinggiran kita angkat dan yang di tengah kita menggunakan alat-alat yang ada seperti perahu boat dan lainnya," kata Ade.

Selain itu pihaknya juga sudah berkolaborasi dengan Pemprov Jabar untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya tidak membuang sampai ke sungai karena sampah di hilir limpahan dari Bandung Raya.

Alat berat beko sedang membersihkan sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di bawah Jembatan Babakan Sapan (BBS) yang menghubungkan Batujajar dan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (13/6/2024). Pejabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menjanjikan pembersihan hamparan sampah yang menutup permukaan air sungai tersebut dapat diselesaikan dalam sepekan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Alat berat beko sedang membersihkan sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di bawah Jembatan Babakan Sapan (BBS) yang menghubungkan Batujajar dan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (13/6/2024). Pejabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menjanjikan pembersihan hamparan sampah yang menutup permukaan air sungai tersebut dapat diselesaikan dalam sepekan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (RIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Nanti ada edukasi ke masyarakat mungkin tidak hanya di sini karena kita gak pernah tahu ini sampah siapa, tapi yang penting kita harus berkolaborasi bersama-sama menyelesaikan dari hulunya," ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Aji mengatakan, wilayah Bandung Barat hanya kecipratan atau terdampak sampah yang sebetulnya bersumber dari wilayah hulu Sungai Citarum.

"Analisis kita itu kiriman dari hulu, karena sebelumnya itu ada hujan lebat beberapa hari. Tanggal 3 Mei kita sempat ada kegiatan bersih-bersih di Sungai Citarum tapi sampah itu belum ada, cuma ada eceng gondok," kata Ibrahim. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved