Amarah Bu Polwan Gara-gara Gaji ke-13 Suami Tinggal Rp 800 Ribu, Borgol Lalu Bakar Suami
Ia akhirnya meninggal usai mengalami perawatan intensif di RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid Mojokerto, Minggu (9/6) siang.
TRIBUNJABAR.ID, MOJOKERTO - Asrama Polisi Polres Mojokerto di Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, mendadak geger, Sabtu (8/6) siang sekitar pukul 10.30 WIB.
Seorang polisi wanita (Polwan), Briptu FN (28) yang berdinas di Satuan Lalu Lintas Polres Mojokerto Kota membakar suaminya yang juga seorang polisi.
Akibat kejadian itu, korban Briptu RDW (27 tahun), yang sehari-hari berdinas di Polres Jombang menderita luka bakar hingga 90 persen.
Ia akhirnya meninggal usai mengalami perawatan intensif di RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid Mojokerto, Minggu (9/6) siang.
Direktur RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid mengatakan, kondisi korban tidak pernah stabil sejak dibawa ke rumah sakit.
Karena kondisi tersebut, dokter tidak berani merujuk korban ke RS lain yang lebih lengkap fasilitas penanganannya karena rawan mengalami risiko yang besar selama perjalanan.

"Iya tadinya mau ke sana (dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya) tapi kondisinya enggak mau stabil, enggak bisa dirujuk karena kondisinya juga butuh peralatan khusus sehingga di jalan pun risikonya besar sekali," katanya.
Briptu FN membakar suaminya sendiri di Aspol Mojokerto, tempat mereka sehari-hari tinggal.
Insiden diduga dipicu berkurangnya jumlah gaji di rekening suami tanpa sepengetahuan istri.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S Marunduri, mengaku pihaknya tengah memeriksa Briptu FN untuk mengetahui motif yang sesungguhnya.
"Untuk (motif) pelaku masih kita dalami dan kita juga lakukan pemeriksaan bersama Ditreskrimum dan Bid. Propam Polda Jatim," kata Daniel di Mapolres Mojokerto Kota, kemarin.
Daniel mengatakan, korban meninggal, Minggu siang pukul 12.55.
"Akan dimakamkan di Jombang karena asalnya dari sana," ujarnya,
Sebelumnya, Daniel mengatakan, pembakaran yang diduga dipicu permasalahan gaji ini berawal saat Briptu FM mengecek kartu ATM milik suaminya, Sabtu pukul 09.00 WIB.
Saat itu, didapati bahwa gaji ke-13 [di ATM Briptu RDW yang seharusnya] senilai Rp 2.800.000, tersisa tinggal Rp 800.000," kata Daniel.
Briptu FN pun menghubungi suaminya mengklarifikasi untuk apa uang gaji ke-13 tersebut sehingga hanya tersisa Rp 800 ribu.
Pelaku lalu menyuruh Briptu FDW untuk pulang ke Aspol.
"Sebelum korban pulang, terduga pelaku membeli bensin di botol plastik dan membawa ke rumah aspol," ujar Daniel.
Pelaku lalu menaruh botol yang berisi bensin tersebut di atas lemari yang berada di teras rumah dan memotretnya.
Foto itulah yang kemudian dikirimkan ke Briptu RDW melalui WhatsApp agar segera pulang.
"Dikirimkan dengan ancaman, 'apabila tidak pulang semua anak-anaknya akan dibakar,'" katanya.
Saat yang sama, Briptu FN pun meminta salah seorang saksi ART, berinisial M, agar mengajak ketiga anak mereka untuk bermain di luar rumah.
Tak lama berselang, sekitar pukul 10.30 WIB, Briptu RDW pun tiba, dan langsung diajak masuk oleh Briptu FN ke rumah.
Pintu lantas dikunci dari dalam.
Setelah itu, Briptu FN pun meminta suaminya untuk ganti baju kaus lengan pendek dan celana pendek. Keduanya kemudian cekcok mulut di garasi rumah.
Saat itulah Briptu FN mengeluarkan borgol dan mengaitkannya ke tangan suaminya dan ke tangga lipat di garasi.
"Pelaku lalu menyalakan korek api dan membakar tisu yang sudah dicelupkan ke bensin. Sebelumnya pelaku menyiram bensin ke badan suaminya yang sudah diborgol," kata Daniel.
Tak pelak, api pun berkobar, menyambar tubuh Briptu RDW. Sontak, Briptu RDW pun berteriak meminta tolong.
Teriakan inilah yang kemudian terdengar oleh penghuni Aspol lainnya, Bripka Alvian.
Mendengar teriakan itu, Bripka Alvian berlari, masuk ke garasi dan langsung berupaya memadamkan api yang membakar tubuh Briptu RDW.
"Setelah itu saksi melaporkan kepada pimpinan dan mendatangkan ambulans," ujar Daniel. (tribun network/ari/kps/wly)
Sosok Roihan Kuli Angkut Pasir Berhasil Diterima Unesa, Guru Kompak Patungan Bayar Biaya Kuliah |
![]() |
---|
Sempat Viral Rela Tak Makan Demi Bayi, Yusuf Kini Dilaporkan atas Dugaan Bawa Kabur Motor dan Ponsel |
![]() |
---|
Masa Kecil Pilu Yusuf, Ayah Bayi yang Tinggal di Kolong Jembatan, Ditinggal Ayah saat Ibu Merantau |
![]() |
---|
Jadwal Final Four Proliga 2025 Hari Ini, Jakarta Popsivo Polwan Bidik Final Lawan Electric PLN |
![]() |
---|
Link Live Streaming Final Four Proliga 2025: Jakarta Popsivo Polwan vs Electric PLN, Laga Penentuan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.