Sosok Briptu FN Polwan Tega Bakar Suami Sesama Polisi, Cekcok Soal Gaji, Terungkap Dugaan Motifnya

Inilah sosok polwan berinisial Briptu FN yang tega membakar suaminya yang sesama polisi tengah jadi sorotan, saat kejadian sempat cekcok soal gaji

|
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Kolase Tribunnews/Pixabay
Sosok Briptu FN Polwan yang Tega Bakar Suami Sesama Polisi di Mojokerto, Sempat Cekcok Soal Gaji, Terungkap Dugaan Motifnya 

TRIBUNJABAR.ID - Kasus polwan berinisial Briptu FN yang tega membakar suaminya yang sesama polisi ini tengah jadi sorotan publik.

Peristiwa sang polwan membakar suaminya itu terjadi di garasi Asrama Polisi (Aspol) Polres Mojokerto, Sabtu (8/6/2024) pagi.

Briptu FN tega membakar suaminya yang juga sesama polisi Briptu RDW.

Akibat kejadian tersebut, Briptu RDW mengalami luka bakar 90 persen di sekujur tubuhnya.

Baca juga: Besaran dan Penerima Gaji Ke-13 Termasuk PNS, Pensiunan, hingga TNI/Polri, Cair Mulai 3 Juni 2024

Kini, Briptu RDW atau suami pelaku dirawat di RSUD Kota Mojokerto.

Dari kejadian tersebut, publik pun menyoroti sosok polwan yang tega membakar suaminya tersebut.

Hingga artikel ini dimuat belum diketahui informasi banyak mengenai sosok pelaku atau Briptu FN.

Namun, diketahui Briptu FN merupakan seorang polisi wanita atau polwan.

Dikutip dari Surya.co.id, Briptu FN bertugas di Polres Mojokerto Kota.

Sedangkan suaminya Briptu RDW merupakan anggota polisi di Polres Jombang.

RDW berasal dari Desa Sumberjo, Plandaan, Jombang.

Setelah kejadian tragis dialami Briptu RDW, terduga pelaku Briptu FN langsung diamankan Mapolres Mojokerto Kota.

Briptu FN diperiksa penyidik gabungan dari Krimum hingga Bidpropam Polda Jatim.

Akibat perbuatannya, kini Briptu FN pun harus berhadapan dengan hukum.

Dugaan Motif

Setelah terduga pelaku diamankan, polisi mengungkapkan kronologi dan dugaan penyebab pembakaran suami oleh istri tersebut.

Berdasarkan keterangan awal kejadian pelaku tega membakar suaminya sesama polisi diduga dipicu masalah rumah tangga.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri mengungkapkan kronologi dugaan pelaku membakar suaminya, RDW.

Kejadian bermula ketika Briptu FN atau terduga pelaku melakukan pengecekan saldo di ATM milik suaminya pada Sabtu (8/6/2024) sekira pukul 09.00 WIB.

Diketahui Briptu FN bermaksud mengecek pencairan gaji ke-13 milik suaminya.

Saat mengecek saldo, FN mendapati gaji ke-13 milik suaminya yang seharusnya diterima Rp 2,8 juta hanya tersisa Rp 800 ribu.

Setelah itu, Briptu FN menghubungi Briptu RDW untuk menjelaskan kemana uang gaji ke-13 tersebut hingga hanya tersisa Rp 800 ribu.

Briptu FN pun meminta suaminya pulang ke asrama polisi di Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

"Sebelum korban pulang, terduga pelaku membeli bensin di botol plastik dan membawa ke rumah aspol," ungkap Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri.

Setelah membeli bensin tersebut, Briptu FN memberikan ancaman di WhatsApp kepada Briptu RDW agar segera pulang.

Terduga pelaku mengirimkan foto botol yang berisi bensin di atas lemari yang berada di teras rumah.

Baca juga: Kisah Pilu Agus Bocah SD Merawat Ibunya yang Lumpuh dan Luka Bakar, Dikira Nakal Sering Terlambat

Teganya Briptu FN memberikan ancaman akan membakar anak-anaknya jika RDW tidak pulang.

Namun, Briptu FN meminta salah seorang saksi ART, berinisial M, agar mengajak anak-anaknya yang berjumlah tiga orang untuk bermain di luar rumah.

Tidak lama kemudian Briptu RDW tiba dan langsung diajak masuk oleh Briptu FN ke dalam rumah dan pintu dikunci dari dalam.

Terduga pelaku menyuruh Briptu RDW berganti pakaian dengan kaos lengan pendek dan celana pendek.

Setelah itu keduanya cekcok.

Hingga akhirnya Briptu FN memborgol tangan kiri Briptu RDW dan dikaitkan di tangga yang berada di garasi.

Lalu, Briptu FN pun langsung menyiramkan bensin yang sudah disiapkan ke sekujur tubuh suaminya tersebut.

"Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu yang di pegang menggunakan tangan kanan sambil berkata 'ini lo yang lihaten iki (lihatlah ini)', namun korban diam saja," ucapnya.


Lalu api yang di tangan terduga pelaku menyambar ke tubuh korban yang sudah basah dengan bensin.

Korban RDW pun terbakar hingga teriak minta tolong.

Saat kejadian beruntungnya salah seorang saksi Bripka Alvian mendengar teriakan RDW.

Saksi tersebut bergegas memadamkan api yang memabakar tubuh korban.

Dari kejadian itu, saksi Bripka Alvian melaporkan kejadian itu kepada pimpinan dan mendatangkan ambulans menolong korban.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel mengaku saat ini sedang mendalami motif terduga pelaku, dengan mendatangi dan mengamankan TKP, mengamankan dan interogasi pelaku, serta memintai keterangan saksi-saksi.

"Kami saat ini sedang fokus mencari akar masalah dari dugaan konflik ini, dan mudah-mudahan konflik antar suami istri ini segera bisa kami atasi," pungkasnya.

Korban Meninggal Dunia

Pasca kejadian hingga mengalami luka bakar parah, korban Briptu RDW sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Mojokerto.

Karena kondisinya yang tak stabil, korban dirujuk ke RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid Mojokerto.

Sayangnya korban Briptu RDW meninggal dunia di RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid Mojokerto pada Minggu (9/6/2024) sekira pukul 12.55 WIB.

Dikutip dari TribunJatim. Direktur RSUD Wahidin dr Sulaiman Rosyid mengatakan, kondisi korban disebutnya tidak mau stabil.

Ia menyebut, karena tidak mau stabil itu lah, korban tak bisa dirujuk lantaran rawan resiko yang besar saat di jalan.

"Iya tadinya mau kesana (dirujuk ke RSUD dr Soetomo) tapi kondisinya gak mau stabil, gak bisa dirujuk karena kondisinya juga butuh peralatan khusus sehingga dijalan pun resikonya besar sekali," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved