Minggu, 19 April 2026

Pesawat Latih Jatuh di Tangerang

FAKTA Pesawat yang Jatuh di BSD Tangerang Selatan, Ternyata Tak Punya Black Box, Ini Kata KNKT

KNKT masih melakukan investigasi soal kasus pesawat latih jatuh di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/5/20204).

Editor: Giri
instagram@tangsellife
Pesawat jatuh di Lapangan Sunburst, BSD, Serpong, Tangerang, Minggu (19/5/2024). Tiga orang meninggal dunia. 

TRIBUNJABAR.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi soal kasus pesawat latih jatuh di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/5/20204).

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan, pesawat tipe Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP milik Indonesia Flying Club tak mempunyai black box.

"Tidak ada kotak hitamnya," kata Soerjanto saat dihubungi, Senin (20/5/2024).

Dia menyebut hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan data untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

"Jadi tim ini kan sedang ada di kantor, mereka sedang konsolidasi membuat investigation planning. Dari investigation planning itu setelah berjalan apakah ada kesulitan-kesulitan, jadi investigation planning itu bisa berubah dengan bertambahnya informasi yang kita dapat," ucapnya.

Ia mengaku belum bisa memperkirakan hingga kapan investigasi akan mereka lakukan.

Baca juga: Ini Sudah Takdir, Kami Ikhlas Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Jatuhnya Pesawat di Serpong

"Nanti kalau sudah ada investigation planning-nya nanti kita tahu kira-kira berapa lama investigasi ini bisa kita selesaikan, sedang mempersiapkan itu," ujarnya.

Namun, sebagai langkah awal, ujar Soerjanto, KNKT akan menganalisis percakapan antara pilot pesawat dengan petugas lalu lintas udara sebelum terjatuh.

"Termasuk percakapan dengan menara pengawas, itu nanti kita dengarkankan apa yang menjadi percakapannya," ujar Soerjanto.

Soerjanto menyebut pihaknya juga akan melihat bagaimana sikap pesawat sebelum melakukan pendaratan darurat hingga menabrak pohon.

"Jadi kenapa kita juga mempelajari kenapa pilot mengarahkan ke lapangan ini. Nah, di sini kita lihat pilot berusaha untuk mendarat darurat lah. Karena memang di situ lapangan cuma masalahnya dia terkena pohon duluan tapi kalau dia sempat masuk ke lapangan ya mungkin aman," ujarnya.

Baca juga: Sosok Farid Ahmad Teknisi Asal Bandung Barat Jadi Korban Pesawat Jatuh, Dikenal Rajin ke Masjid

Pesawat baru

Tecnam P2006T terhitung sebagai pesawat baru di Indonesia Flying Club. Pesawat ini baru dikenalkan pada 11 Februari 2024.

Tecnam P2006T merupakan pesawat ringan berbahan logam bersayap tinggi yang dilengkapi mesin ganda. Tecnam dapat diartikan sebagai "terbang dengan gaya".

Pesawat ini dibuat oleh Costruzioni Aeronautiche Tecnam yang berbasis di Capua, Italia, dekat Napoli. P2006T menerima sertifikasi kelaikan udara di Uni Eropa oleh EASA di bawah CS23 pada tahun 2003, sertifikasi tipe pada tahun 2009 dan sertifikasi Federal Aviation Administration FAR Part 23 pada tahun 2010.

Menurut laman website resmi Tecnam, P2006T memiliki tenaga maksimal 200 hp dan kecepatan jelajah maksimal 150 knot 278 km/jam, dengan jarak tempuh hingga 1.239 km dan mampu mengangkut beban 411 kg.

Tecnam P2006T berdimensi panjang 8,7 meter, tinggi 2,58 meter dan lebar sayap 11,4 meter, dengan kapasitas tempat duduk maksimal untuk 4 orang. (tribunnetwork/abdi ryanda/lita febriani)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved