Rabu, 8 April 2026

Hari Ini Terjadi Fenomena Gerhana Bulan Penumbra, Bisakah Dilihat di Jabar?

Gerhana bulan penumbra merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tak semua sampai ke bulan.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Januar Pribadi Hamel
Wikipedia via Kompas.com
ilustrasi - gerhana bulan penumbra 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fenomena gerhana bulan penumbra bakal terjadi pada Senin (25/3/2024).

Gerhana bulan penumbra merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tak semua sampai ke bulan.

Pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan hanya terjadi saat fase purnama dan bisa diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan penumbra terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar yang membuat bulan hanya masuk ke bayangan penumbra bumi.

Baca juga: Jadwal Gerhana Bulan Penumbra Bertepatan 14 Ramadhan 1445 H, Simak Bacaan Doa dan Amalannya

Akibatnya, saat puncak gerhana itu, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama.

BMKG menyebut pada 2024 terjadi empat kali gerhana, yakni dua kali gerhana matahari, dan dua kali gerhana bulan.

"Gerhana bulan penumbra itu hari ini yang bisa diamati dari Indonesia, lalu gerhana matahari total pada 8 April 2024 yang tak dapat diamati dari Indonesia, gerhana bulan sebagian pada 18 September 2024 yang tak dapat diamati dari Indonesia, dan gerhana matahari cincin pada 2 Oktober 2024 yang tak bisa diamati dari Indonesia," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar, Teguh Rahayu, Senin (25/3/2024).

Adapun waktu kejadian gerhana bulan penumbra untuk wilayah Indonesia bagian barat, prosesnya berawal pada pukul 11.50 WIB. Kemudian, puncak gerhana pukul 14.12 WIB, dan berakhir di pukul 16.34 WIB.

"Jadi, durasi gerhana dari fase gerhana sampai gerhana berakhir adalah empat jam 43 menit 39 detik. Dan, wilayah seperti Papua, Papua Barat, serta sebagian Maluku akan dapat mengamati proses gerhana bulan sejak bulan terbit sampai gerhana berakhir," katanya.

Selanjutnya, pengamat yang ada di sebelah barat garis miring, semisal Maluku Utara, sebagian Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, NTB, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah.

Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Aceh tidak dapat mengamati seluruh fase gerhana, karena bulan masih di bawah horizon saat peristiwa itu terjadi.

"Pengamat yang ada di Jabar tidak dapat mengamati seluruh fase gerhana, karena bulan masih di bawah horizon saat peristiwa itu terjadi, sehingga tidak dilakukan pengamatan. Sementara, pengamat yang berada di Papua, Papua Barat, dan sebagian Maluku akan dapat mengamati proses Gerhana Bulan dari sejak Bulan terbit hingga Gerhana berakhir," ujarnya.(*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved