Minggu, 12 April 2026

Peringatan Dini BMKG, Cuaca Ektrem di Indramayu Diprediksi Masih Berlangsung, Waspada Petir

Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Indramayu diprediksi masih akan berlangsung hingga Jumat (15/3/2024).

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Banjir terjadi di wilayah Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Kamis (14/3/2024). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR, INDRAMAYU - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Indramayu diprediksi masih akan berlangsung hingga Jumat (15/3/2024).

Hal ini berdasarkan peringatan dini cuaca eksrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kertajati untuk wilayah Ciayumajakuning dan Sumedang.

Peringatan dini ini berlaku 13-15 Maret 2024.

Pada 13 Maret 2024, BMKG meminta masyarakat waspada akan potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Potensi itu terjadi waktu antara siang hingga malam hari dan dini hari di wilayah Kabupaten Indramayu, Sumedang, Kuningan, Majalengka, Cirebon, dan Kota Cirebon.

Baca juga: Perahu Terlempar ke Darat Dihantam Gelombang Tinggi karena Cuaca Buruk di Pantai Selatan Garut

Pada 14 Maret 2024, potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang juga terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Pada 15 Maret 2024, cuaca ekstrem juga akan kembali melanda khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.

Prakirawan BMKG Kertajati, Dian Anggraeni, mengatakan, cuaca ekstrem yang saat ini terjadi karena adanya aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby.

Baca juga: Cuaca Buruk, Perahu Nelayan dan Warung di Pantai Selatan Garut Dihantam Gelombang Tinggi

"Kondisi ini menambah tingginya potensi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Barat," ujar Dian kepada Tribuncirebon.com, Kamis (14/3/2024).

Selain itu, lanjut Dian, adanya sirkulasi siklonik di utara Australia mengakibatkan adanya pola konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jawa barat.

Fenomena tersebut turut berpengaruh pada peningkatan cuaca ekstrem.

BMKG meminta masyarakat mewaspadai terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan sambaran petir. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved