Kuliah di FSRD Universitas Kristen Maranatha, Mahasiswa Bisa Ambil Matkul Lain Sesuai Minat & Bakat
Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Maranatha menyiapkan lulusan yang menguasai ilmu desain interior yang berkarakter mandiri dan memili
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Darajat Arianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Maranatha menyiapkan lulusan yang menguasai ilmu desain interior yang berkarakter mandiri dan memiliki keunggulan sesuai bakat dan minatnya masing-masing.
Bahkan saat ini Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Maranatha juga telah memperoleh akreditasi internasional AQAS yang berlaku hingga 2029.
Ketua Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Maranatha, Elliati Djakaria, Dipl.-Ing.,M.Min. mengatakan jika keunggulan dari Program Studi Desain Interior adalah kelasnya yang kecil sehingga mahasiswa bisa lebih fokus belajar.
"Satu kelasnya hanya berisi 16 orang saja. Kita juga ada kelas kolaborasi dan hanya dimiliki oleh program studi ini, dimana pada semester 7 nanti, mahasiswa mengerjakan real project bersama real client dan mengerjakannya bersama program studi lain," ujar Elliati saat ditemui di Universitas Kristen Maranatha, Jalan Surya Sumantri No 65 beberapa waktu lalu.
Elliati juga mengatakan Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Maranatha mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Menariknya lagi adalah di Program Studi Desain Interior ini memiliki mata kuliah minor dan mayor yang wajib diikuti.
"Jadi mahasiswa bisa mengambil dua mata kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain, misalnya ke DKV, Arsitek, atau Seni Rupa Murni yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan mereka," ujarnya.
Untuk menentukan kelas ini juga mahasiswa akan dibantu oleh dosen wali supaya bisa menemukan minat bakatnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Irena Vanessa Gunawan,S.T.,M.Com mengatakan, di era yang berubah begitu cepat, Universitas Kristen Maranatha menyadari jika desain itu tidak bisa berdiri sendiri.
"Misalnya saja, saat ini tidak bisa hanya menjadi fashion desainer, kenyataannya akan lari kemana-mana sehingga kelas kolaborasi ini menjadi bukti nyata untuk mahasiswa terjun langsung," ujar Irena.
Oleh karena itu mahasiswa pun diajak untuk aktif mengikuti berbagai perlombaan supaya mereka terjun langsung mengikuti perkembangan desain saat ini.
"Misalnya saja kemarin kita ikut lomba membuat ruangan di universitas dengan konsep coworking space yang menjadi tantangannya adalah space semakin kecil tetapi fungsi bisa mewadahi kreativitas," ujarnya.
Keunggulan lainnya adalah Fakultas Seni Rupa dan Desain memiliki perpustakaan material yang idenya diambil dari perpustakaan di Italia dan Bangkok.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
Irena mengatakan jika perpustakaan ini bukan hanya menjadi tempat menyimpan barang, tetapi jadi tempat mahasiswa, dosen bertemu dengan industri sehingga tahu bagaimana perkembangan material. (*)
Universitas Kristen Maranatha
Desain Interior
FSRD Universitas Maranatha
Jalan Surya Sumantri
Fakultas Seni Rupa dan Desain
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
mata kuliah
| Tekan Pengangguran, Maranatha Job Fair 2026 Hadirkan 157 Lowongan Kerja |
|
|---|
| Belajar Investasi: Cara Cerdas Mengelola Dan Mengembangkan Uang |
|
|---|
| Ikatan Kekeluargaan Perempuan Maranatha Gaungkan “Perempuan Berdaya, Perempuan Berdampak” |
|
|---|
| Semangat Kartini di Kampus Maranatha:, IKPM Gaungkan “Perempuan Berdaya, Perempuan Berdampak” |
|
|---|
| Kolaborasi Lintas Disiplin ALIDI Hadirkan Ekosistem Desain Holistik di ARCH:ID 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Desain-Interior-Universitas-Kristen-Maranatha.jpg)