Senin, 27 April 2026

Kemenhub Optimistis BRT Bandung Raya Bisa Beroperasi Tahun Ini, Nilainya Rp 1,3 Triliun

Rencananya pembangunan sarana dan prasarana BRT Bandung Raya akan dimulai pada 2024 serta diharapkan rampung pada tahun yang sama.

istimewa
ILUSTRASI Transportasi Publik BRT - Kementerian Perhubungan RI menargetkan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya sudah bisa beroperasi, minimal untuk uji coba, pada 2024. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Perhubungan RI menargetkan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya sudah bisa beroperasi, minimal untuk uji coba, pada 2024.

Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan RI, Ahmad Yani, mengatakan rencananya pembangunan sarana dan prasarana BRT Bandung Raya akan dimulai pada 2024 serta diharapkan rampung pada tahun yang sama.

"Kita support mulai dari prasarana maupun sarana. Nilainya Rp 1,3 triliun. Target kita bergerak di pertengahan tahun ini, harapannya bisa selesai dan beroperasi ujicoba," ujar Yani di sela acara Forum Kolaborasi Pendapatan Provinsi Jawa Barat, di The Trans Luxury Bandung, Kamis (7/3/2024).

Rencana pembangunan BRT Bandung Raya telah dimulai sejak 2019, hasil kolaborasi dengan Bank Dunia. Dia berharap BRT Bandung Raya yang memiliki skema sama seperti TransJakarta, mampu menjadi solusi mengurai kemacetan lalu lintas.

Baca juga: BRT Bandung Raya Ditarget Beroperasi Pertengahan 2024, ini yang Dilakukan Bank Dunia

"Tentunya dengan pola yang lebih baik, kita bisa mewujudkan transportasi terintegrasi. Kelancaran dan kepastian waktu bisa dikejar," ucapnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Muhammad Taufiq Budi Santoso menyampaikan pihaknya bersama Kemenhub dan pemerintah kabupaten/kota di Bandung Raya telah melakukan penandatangan nota kesepakatan.

Pengelolaan dan pengoperasian angkutan massal berbasis jalan atau BRT di kawasan perkotaan Cekungan Bandung melibatkan seluruh pihak. Sehibgga, diharapkan mampu mengakselerasi proyek tersebut.

"Ada lima ruang lingkup, persiapan, pelaksanaan, pengelolaan, pengendalian dan lainnya. Seluruh kota/kabupaten di Cekungan Bandung dan provinsi akan melaksanakan konsep BRT secara terintegrasi," ucapnya.

Pada tahun ini, ada dua rute yang akan dieksekusi sarana dan prasarananya yakni Tegalluar-Stasiun Bandung dan Kebon Kalapa-Cibiru. Sedangkan yang harus dijangkau, dari mulai Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, sampai Kabupaten Bandung Barat

"Pusat menyiapkan prasarana. Jalan yang dedicated akan dimulai dibangun tahun ini. Total ada 21 rute yang nanti dilayani BRT. Baik dedicated line maupun jalan yang ada sekarang. Tahun ini ada dua rute baru di kuartal 4, 2024. Menghubungkan ke Tegalluar," katanya.

Baca juga: BRT Bandung Raya Ditarget Beroperasi Pertengahan 2024: Bank Dunia Sebutkan Syarat-syaratnya

Taufiq melanjutkan, moda transportasi massal BRT kelak mayoritas akan ramah lingkungan karena menggunakan kendaraan berbasis electric vehicle atau listrik. Selain itu, pemberhentian dan jadwal keberangkatan akan lebih disiplin seperti TransJakarta.

"BRT ini konsepnya akan menggunakan lebih banyak kendaraan listrik. Berhenti di halte, stasiun atau depo (tidak sembarangan) dan terjadwal. Disini kita kolaborasi, kabupaten/kota dan provinsi dapat membantu untuk membiayai operasionalnya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved